Harga Kedelai Mahal, Pengusaha Tempe di Serang Lakukan Hal Ini agar Tetap Produksi
Merdeka.com - Di tengah mahalnya harga kacang kedelai, para pengusaha tahu dan tempe di wilayah Serang Banten melakukan sejumlah siasat agar bisa tetap memproduksi.
Seperti yang baru-baru ini dilakukan Hasanudin, dirinya mengaku mengurangi jumlah produksi agar tetap bertahan dan tak mengalami kerugian besar.
Menurut pengusaha asal Kramatwatu itu, saat ini harga kedelai per satu kilogram mencapai Rp11 ribu, yang sebelumnya ia beli seharga Rp8 ribu.
"Jadinya harga tetap normal, cuma sekarang ukurannya agak dikurangin (diperkecil)," katanya, seperti melansir dari kanal Sariagri, Senin (31/05/2021).
Agar Pembeli Tak Kabur

©2020 Merdeka.com/indonesia.go.id
Menurutnya, upaya tersebut terpaksa dilakukan agar para pembeli tidak kabur. Hal ini dikarenakan adanya imbas dari naiknya harga kedelai.
Untuk saat ini, produk usahanya ia hargai Rp2.000 sampai Rp8.000 tegantung ukuran tempe yang ia buat.
Sementara itu, dalam sehari Hasanudin biasa membuat tempe dengan menggunakan bahan pokok kacang kedelai seberat 200 kilogram. Ia selama ini dibantu oleh empat orang pekerjanya.
Proses Pembuatan Panjang
Hasanudin bercerita, proses pembuatan tempe terbilang cukup panjang hingga tiga hari lamanya. Mulanya ia akan membuat kacang tersebut mekar, dengan merendamnya selama 3 menit.
Kemudian kacang yang sudah setengah jadi, akan masuk tahap perebusan selama kurang lebih dua jam hingga dirasa matang. Setelah itu, kedelai bisa diangkat untuk kemudian disiram menggunakan air dingin.
Di proses berikutnya, kedelai bisa direbus hingga semalam suntuk.
"Untuk ngebedain kacangnya sudah matang atau belum bisa dilihat dari kulitnya. Kalau kulitnya mengelupas berarti udah matang," tuturnya.
Siap Dijual
Di tahap terakhir proses pembuatan tempe, Hasanudin akan mencuci kacang tersebut hingga bersih untuk selanjutnya memasuki tahap peragian. Di sini dirinya hanya menambahkan sebanyak 2 sendok ragi, untuk 10 kilogram bahan tempe.
Ragi sebelumnya telah dilarutkan ke dalam ember berisi air sebelum nantinya masuk dalam proses pencetakan.
"Kita gunakan alat cetak khusus terbuat dari kayu, lalu setelah kacang kedelai selesai dicetak kemudian dibungkus. Proses terakhir kita diamkan adonan hingga semalaman hingga kacang mengembang," kata dia.
Penyebab Harga Kedelai Naik
Sebelumnya seperti melansir dari ANTARA, pada Maret 2021 lalu Pemerintah Provinsi Banten sempat berupaya mengantisipasi naiknya harga kedelai dengan melakukan peningkatan produksi kedelai lokal.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus Tauchid mengatakan, pihaknya berupaya memberikan bantuan benih dan sarana produksi kepada petani kedelai seluas 2.050 ha.
Agus turut menyebut jika penyebab melambungnya harga kedelai di Indonesia beberapa waktu ini karena masih bergantung pada kedelai impor. Sementara harga kedelai dunia sedang mengalami kenaikan.
Karena itu, untuk menstabilkan kembali harga dibutuhkan koordinasi dari semua pihak untuk meningkatkan penyerapan pasar terhadap produksi kedelai lokal.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya