Harga BBM turun, pengusaha SPBU di Solo merugi
Banyak pemilik kendaraan menunggu harga baru BBM. Alhasil stok lama premium di SPBU masih banyak.
Pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi per hari ini, Selasa (5/1). Akibat penurunan harga tersebut, sejumlah pengusaha SPBU di Kota Solo mengaku rugi. Sebab hingga pemberlakuan harga baru pukul 00.00 tadi, stok BBM yang ada di tangki SPBU masih banyak yang belum terjual.
"Stok kita di tangki masih banyak yang belum terjual. Masyarakat memilih menunggu pemberlakuan harga baru," ujar supervisor SPBU Bhayangkara Sihmanto, Solo saat ditemui wartawan.
Sihmanto mengatakan stok BBM di SPBU yang dia kelola hingga saat ini masih memiliki stok 8 ton premium dan solar. Sehingga seJak pagi ini SPBU tersebut harus menjual solar dan premium dengan harga baru namun saat membeli dengan harga lama.
"Kerugian yang terasa adalah solar, karena penurunannya banyak, Rp 750 per liter. Kalau BBM jenis lain masih bisa ditutup dengan margin keuntungan," jelasnya.
Sementara itu bagi masyarakat sendiri, penurunan harga BBM ini disambut dengan baik. Kendati demikian masyarakat berharap agar kondisi tersebut juga bisa berimbas pada penurunan harga kebutuhan pokok dan tarif angkutan umum.
"Kalau turun harganya pasti seneng. Tapi lebih seneng lagi kalau harga sembako dan angkutannya juga ikut turun," pungkas Dewi, warga Panularan, Solo.
Baca juga:
Turunnya harga BBM buat stok di SPBU Padang kosong
Harga BBM diturunkan, tarif angkot di Medan bertahan
Harga BBM murah, Menteri Saleh sebut harga kebutuhan segera turun
Sopir angkot di Purwakarta tak puas harga BBM cuma turun sedikit
Ini daftar harga BBM baru tanpa ada pungutan dana ketahanan energi