LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hadiri perayaan Cap Go Meh, Wiranto ingatkan pentingnya toleransi

Wiranto menegaskan mengenai pentingnya toleransi dalam kehidupan. Dikatakan Wiranto, membangun toleransi di antara masyarakat ada dua cara.

2017-03-19 23:11:48
wiranto
Advertisement

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto memberikan sambutan dalam Perayaan Cap Go Meh bersama 2017 yang diadakan oleh Forum Bersama Indonesia Tionghoa (FBIT) di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (19/3) malam. Dalam sambutannya, Wiranto mengatakan, ancaman terbesar yang dihadapi oleh Indonesia berasal dari bangsa sendiri.

"Kejahatan narkoba, terorisme, radikalisme, korupsi, ilegal logging, ilegal fishing dan sebagainya, itu ada dan kelihatan. Tapi sebenarnya yang sangat berbahaya adalah ancaman perpecahan dari bangsa sendiri," kata Wiranto.

Oleh sebab itu, Wiranto berharap masyarakat mampu menetralisir ancaman tersebut dengan cara merajut kembali kebersamaan. Caranya dengan menghidupkan kembali semangat toleransi. Semangat toleran yang dimaksud yaitu masyarakat bisa merasakan penderitaan orang lain, bisa merasakan kesulitan orang lain dan dengan ikhlas ikut meringankan beban antar sesama.

Wiranto mencontohkan bangsa Indonesia adalah bangsa yang penduduknya paling besar beragama Islam, tapi ketika Negara ini didirikan para tokoh Islam tidak memaksakannya sebagai negara Islam.

"Itulah semangat toleransi mengingat masih ada agama lain yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Semangat seperti itulah yang harus kita rawat dan kita jaga," jelasnya.

Wiranto menegaskan mengenai pentingnya toleransi dalam kehidupan. Dikatakan Wiranto, membangun toleransi di antara masyarakat ada dua cara.

Pertama yaitu dengan cara menahan diri, jangan suka pamer memperlihatkan kekayaan dan kekuatan pada masyarakat yang rata-rata kekurangan. Kedua, dengan cara membantu mereka yang membutuhkan bantuan dengan cinta kasih. Kalau hal itu dilakukan, mantan Panglima ABRI ini meyakini niscaya akan terbangun kepercayaan dan kecintaan antar masyarakat.

Wiranto mengatakan, tema Cap Go Meh yang diangkat kali ini sangat tepat yaitu mengatasi kesenjangan dan menciptakan kesejahteraan. Melalui gema itu Wiranto mengajak masyarakat Tionghoa untuk menghidupkan kembali semanangat toleransi sebagai basis untuk menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan.

Menurut Wiranto, Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan untuk terus memperkecil kesenjangan. Walaupun secara rasio angkanya sudah menurun, namun upaya yang telah dilakukan masih harus terus diupayakan secara optimal.

"Tapi jangan biarkan pemerintah kerja sendiri, masyarakat harus membantu. Saya ajak masyarakat Tionghoa berperan serta membantu pemerintah untuk mengatasi kesenjangan, menciptakan keadilan dan kesejahteraan," kata Menko Polhukam Wiranto.

Wiranto pun memberikan tiga pesan kepada masyarakat Tionghoa yaitu pertama, harus merasa memiliki negeri ini. Kedua, setelah merasa memiliki, masyarakat harus wajib membela negeri ini, bukan hanya membela negara tapi membela masyarakat, teman-teman, kaum fakir miskin dan dhuafa. Ketiga, harus mampu selalu mengintrospeksi diri seberapa besar sumbangan yang telah diberikan pada negeri ini .

"Kalau 3 hal ini dapat dilaksanakan, maka Cap Go Meh ini merupakan kebangkitan kita sebagai bangsa utamanya masyarakat Tionghoa untuk membangun kebersamaan, membangun toleransi, dan memberikan sumbangsih untuk mengatasi kesenjangan," kata Menko Polhukam Wiranto.

Sementara itu, Ketua Pembina Forum Bersama Indonesia Tionghoa, Murdaya Poo mengapresiasi kehadiran Menko Polhukam yang telah menambah keyakinan bahwa etnis Tionghoa saat ini sudah disadari sejak nenek moyang adalah satu suku. Apalagi, dengan adanya UU 12/2006 tentang WNI, etnis Tionghoa memiliki status dan hak yang sama, sehingga tidak ada lagi istilah pribumi dan non pribumi, asli dan tidak asli. Kemudian, Undang-Undang tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik membuat engkap.

"Suku Tionghoa tidak pernah absen dalam menyeimbangkan bangsa khususnya di sektor ekonomi dan olahraga," kata Murdaya Poo

Acara ini turut dihadiri Plt. Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, Hartati Murdaya, perwakilan beberapa menteri kabinet kerja, para pemuka agama, para pengusaha yang tergabung dalam FBIT, dan masyarakat Tionghoa.

Baca juga:
Dilarang rayakan Cap Go Meh di halaman Masjid Agung Jateng
Kirab Budaya Cap Go Meh di Bandung, hindari jalan ini agar tak macet
Bikin macet dan kurang meriah, pesta rakyat Bogor dikritik warga
Mencicipi lontong Cap Go Meh gratis di Klenteng Eng An Kiong
Menteri Puan sebut Cap Go Meh punya pesan kebhinekaan & persaudaraan
Hadiri Karnaval Cap Go Meh, ketua DPR puji toleransi umat beragama
Wakili Jokowi, Menteri Puan lepas peserta karnaval Cap Go Meh

(mdk/msh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.