Hadiri KTT ASEAN, Sultan Brunei Darussalam dan PM Kamboja Tiba di Jakarta
Sultan Brunei terlihat menuruni tangga pesawat didampingi oleh putranya Mateen Bolkiah dan disambut dengan Menteri Luar Negeri II Brunei Darussalam Dato Seri Setia Haji Erywan.
Pemimpin Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, sudah tiba di Jakarta. Dia hadir sekitar pukul 16.54 WIB di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (23/4).
Dikutip dalam keterangan pers, Sultan Brunei terlihat menuruni tangga pesawat didampingi oleh putranya Mateen Bolkiah dan disambut dengan Menteri Luar Negeri II Brunei Darussalam Dato Seri Setia Haji Erywan.
Bersama dengan seluruh rombongannya, Sultan Brunei menuju rangkaian kendaraan yang telah disiapkan di Bandara Soekarno-Hatta dan langsung bergegas menuju hotel untuk mempersiapkan kegiatan selanjutnya.
Tidak hanya Sultan Brunei yang hadir sudah tiba di Jakarta, Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen pun sudah tiba di sekitar pukul 17.27 WIB melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten.
Sama seperti Sultan Brunei, PM Kamboja langsung bergerak meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta menuju hotel untuk persiapan kegiatan selanjutnya.
Diketahui kunjungan ini dilakukan dalam rangka menghadiri rapat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang dilaksanakan pada 24 April 2021 di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta.
Sebelumnya diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan posisi Indonesia terkait kondisi Myanmar saat ini konsisten yaitu ingin segera menghentikan kekerasan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat melakukan pertemuan bilateral Perdana Menteri (PM) Vietnam Phạm Minh Chính di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/4).
"Presiden menyampaikan posisi Indonesia terkait Myanmar dari sejak awal sudah sangat jelas kesejahteraan, keselamatan rakyat Myanmar menjadi prioritas, kekerasan dan menggunakan senjata harus dihentikan sehingga korban tidak semakin bertambah," ungkap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendampingi Jokowi dalam pertemuan bilateral di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/4).
Sehingga menurut Jokowi kata Retno dialog harus segera dilakukan. Sehingga Myanmar dapat kembali aman dan damai. Sebab itu, Jokowi dan Phạm Minh Chính berharap dalam Penyelenggaraan Asean Leaders' Meeting (ALM) yang akan diselenggarakan, Sabtu (24/4) bisa melakukan perbaikan bagi rakyat Myanmar.
"Kedua pemimpin berharap pertemuan ALM besok dapat menghasilkan yang terbaik bagi rakyat Myanmar,Bapak Presiden menekankan ALM ini dilakukan semata diselenggarakan untuk kepentingan rakyat Myanmar," bebernya.
Baca juga:
BKSAP DPR Minta KTT ASEAN Harus Bisa Hentikan Kekerasan di Myanmar
Jelang KTT, Kapolda Metro Jaya Cek Keamanan Bandara dan Gedung ASEAN
Jelang KTT ASEAN, Jokowi dan PM Vietnam Tukar Pikiran soal Krisis di Myanmar
Penyelesaian Batas ZEE, Jokowi Minta Tim Teknis RI-Vietnam Berunding Kembali
4.382 Polisi Amankan Ibu Kota Jelang KTT ASEAN 2021
Asean Leaders Meeting Digelar untuk Kepentingan Rakyat Myanmar