Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyelesaian Batas ZEE, Jokowi Minta Tim Teknis RI-Vietnam Berunding Kembali

Penyelesaian Batas ZEE, Jokowi Minta Tim Teknis RI-Vietnam Berunding Kembali PM Vietnam Tiba di Indonesia untuk Bertemu Presiden Jokowi. ©Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya percepatan perundingan perbatasan zona ekonomi ekslusif (ZEE) antara Indonesia dan Vietnam yang sudah berjalan sejak 11 tahun lalu. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Vietnam Phạm Minh Chính di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/4).

"Presiden menekankan pentingnya untuk mempercepat penyelesaian perundingan dan presiden menyarankan agar tim teknis kedua negara dapat segera berunding kembali dan menyelesaikan negosiasi," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendampingi Jokowi.

Retno menyebut Jokowi menekankan bahwa penyelesaian dengan perundingan sangat penting karena memberikan kejelasan mengenai zona ekonomi ekslusif (ZEE) masing-masing.

"Mengurangi kemungkinan adanya insiden kapal-kapal nelayan, serta menekankan pentingnya bahwa klaim batas ZEE antarnegara harus diselesaikan berdasarkan hukum internasional yaitu UNCLOS 1982," bebernya.

Diketahui Pada 2019, Menlu Retno Marsudi telah melaksanakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri/Deputi Perdana Menteri Vietnam, Pham Binh Minh, di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN dan Mitra Wicara, di Bangkok, Thailand pada Selasa 30 Juli 2019.

Pertemuan membahas satu isu utama yaitu upaya penyelesaian negosiasi batas maritim (Zona Ekonomi Eksklusif/ZEE) antara Indonesia dan Vietnam, demikian seperti dikutip dari rilis resmi Kemlu RI, Rabu (31/7).

Pada saat pertemuan dilangsungkan, di Jakarta juga dilakukan pertemuan yang sifatnya lebih teknis membahas upaya percepatan penyelesaian negosiasi.

Dalam pertemuan di Bangkok, kedua Menlu menyambut baik kesepakatan mengenai metodologi untuk perundingan. Kesepakatan ini diharapkan akan mempermudah penyelesaian negosiasi,.

Di samping itu, kedua Menlu juga sepakat mengenai perlunya disegerakan penyelesaian penyusunan Provisional Arrangement (PA) RI-Vietnam untuk mengatur sementara wilayah tumpang tindih guna menghindari kemungkinan munculnya insiden kapal-kapal nelayan di wilayah tersebut.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP