Habisi 4 target, penyerbu LP Sleman suruh tahanan tepuk tangan
Dikatakan Anny, para pelaku awalnya juga tidak tahu empat orang tahanan yang menjadi target mereka.
Dengan keji, sekelompok orang bersenjata menghabisi nyawa empat tahanan di Lapas Cebongan, Sleman, DIY, pada Sabtu (23/3) dini hari lalu. Setelah mengeksekusi para targetnya, para pelaku bahkan menyuruh tahanan yang lain untuk bertepuk tangan.
"Iya (tahanan bertepuk tangan). Tidak tahu tujuannya apa," ujar Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti, saat ditemui di sela-sela acara Humas Polri di Jakarta, Rabu (27/3).
Dikatakan Anny, para pelaku awalnya juga tidak tahu empat orang tahanan yang menjadi target mereka. Karena itu, sebelum menembaki satu per satu sasarannya, mereka mengabsen lebih dulu para penghuni sel.
"Mereka mengabsen, 'mana Deki? Kalau enggak ada Deki saya tembak semua!'" ujar Anny
Anny menjelaskan pelaku mengabsen lantaran awalnya Deki dan tiga target lainnya tidak mengaku. "Kemudian Deki dan kawan-kawan ditembak. Deki tewas dengan 12 tembakan," lanjut Ani.
Sebelumnya, keempat tahanan sekaligus korban penembakan adalah pelaku penganiayaan anggota TNI AD Sertu Heru Santoso. Mereka adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki (31), Yohanes Juan Mambait (38), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33).
Baca juga:
'Mana Deki? Kalau enggak ada Deki, saya tembak semua!'
Saksi bungkam, jadi alasan polisi sulit bikin sketsa pelaku
Wiranto: Satu hari saya ungkap penyerang Lapas Sleman
Jika SBY tak bentuk timsus, kasus Cebongan akan dibawa ke PBB
5 Alasan polisi sulit ungkap penyerbuan Lapas Cebongan
Ada sandi khusus yang digunakan penyerang Lapas Cebongan