LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gus Aiz, cucu Kiai Hasyim Asyari bakal maju Pilkada Kota Kediri

Aizuddin Abdurrahman yang biasa dipanggil Gus Aiz, cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari dipastikan bakal mewarnai Pilkada Kota Kediri 2018. Nama mantan Ketua Umum PSNU Pagar Nusa ini muncul mendekati pendaftaran pasangan calon Wali Kota Kediri periode 2019-2023 dari jalur Parpol.

2018-01-03 23:13:43
Pemilu Serentak
Advertisement

Aizuddin Abdurrahman yang biasa dipanggil Gus Aiz, cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari dipastikan bakal mewarnai Pilkada Kota Kediri 2018. Nama mantan Ketua Umum Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa ini muncul mendekati pendaftaran pasangan calon Wali Kota Kediri periode 2019-2023 dari jalur partai politik (parpol).

Gus Aiz mengaku maju dalam bursa pencalonan atas perintah dari para kiai-kiai sepuh NU di Kota Kediri.

"Saya selaku santri yang ketepatan juga berkhitmad kepada para masayyih, diperintah apapun, kondisi apapun, nderek dawuh, termasuk diperintah untuk menjadi calon Wali Kota
Kediri," kata Gus Aiz kepada merdeka.com, Rabu malam (3/1).

Advertisement

Menurut Gus Aiz yang juga menantu KH Anwar Iskandar Pengasuh Ponpes Al Amien Kediri ini, meyakini perintah para kiai adalah tanggung jawab yang harus diemban dan dihargai bersama. Perintah kiai tak lain untuk kemaslahatan masyarakat Kota Kediri.

"Saat ini sedang melakukan komunikasi baik di level tataran komunikasi politik, maupun dengan tokoh masyarakat. Tentunya dengan membangun politik yang berkebangsaan. Sebagaimana NU yang berprinsip politik kemaslahatan, bukan politik yang saling menikam," ungkapnya.

Ditanya perihal partai politik sebagai kendaraannya, Gus Aiz menjawab masih dalam proses komunikasi. Tetapi salah satu parpol yang dipastikan mengusung adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bahkan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Kediri telah mengusulkan namanya ke DPP PKB untuk mendapat rekomendasi.

Advertisement

"Sejauh ini selama komunikasi politik bagus, konstruktuf, dan dikembalikan ke tujuan masyarakat Kota Kediri lebih baik, menurut saya partai yang sevisi tidak ada masalah. Ada beberapa partai politik yang sudah kita ajak komunikasi, tetapi saya tidak mau mendahului," sambungnya.

Sementara itu disinggung mengenai nama Sujono Teguh Wijaya, anggota DPRD Kota Kediri, yang disebut bakal menjadi pasangannya? Gus Aiz tidak menampik. Formasi ini kabarnya juga perintah dari para kiai-kiai NU. Dan nama keduanya masuk dalam satu paket pasangan calon yang diusulkan ke DPP PKB.

"Ada beberapa kalkulasi politik yang tidak bisa dipahami banyak orang. Tetapi sejauh ini Pak Jono adalah salah satu yang akseptabel. Kedua pak Jono tidak mungkin berangkat sendiri. Ini juga bagian dari yang kita komunikasikan," terusnya.

Untuk diketahui, KPU Kota Kediri telah membuka pengumuman pendaftaran pasangan calon Wali Kota Kediri dari jalur Parpol mulai 1 sampai 7 Januari 2018. Sementara pendaftaran sendiri dibuka mulai 8-10 Januari 2018 mendatang.

Jika dipastikan maju, maka Gus Aiz–Sujono akan berhadapan dengan incumbent yakni Abdullah Abu Bakar–Lilik Muhibbah yang didukung PAN-PKS dan NasDem.

Baca juga:
Gusdurian sebut Pilkada Jabar 2018 paling rawan ujaran kebencian
Biaya pemeriksaan kesehatan peserta Pilkada di Jatim Rp 13 juta per calon
Survei Pilkada Lampung Utara: Agung Ilmu 50,6 %, Zainal Abidin 11,9 %
'Publik enggak pernah disediakan calon pemimpin sesuai selera masyarakat'
Demi keutuhan NKRI, hindari provokasi politik di Pilkada Serentak

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.