LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Guru SMPN 10 Yogyakarta Mengaku Emosi dan Spontan Tendang Siswanya

Usai menendang AA, Tusidi pun kemudian memberikan nasehat. Namun saat diberi nasehat, Tusidi menganggap AA justru menunjukkan respons yang tidak baik. Akhirnya Tusidi menskors AA selama sehari dan memberinya surat izin agar tidak belajar.

2019-03-20 21:03:00
Kekerasan di Sekolah
Advertisement

Seorang siswa SMP Negeri 10 Kota Yogyakarta berinisial AA ditendang gurunya lantaran terlambat masuk ke sekolah, Rabu (20/3). AA ditendang oleh Wakaur Kesiswaan, Tusidi Karyono (50).

Tusidi mengaku menendang AA karena merasa diejek saat muridnya diberi hukuman squat jump justru menolak dan mengeluarkan gestur mengejek.

Tusidi menceritakan, sebagai Wakaur kesiswaan dirinya membuat program ketertiban untuk siswa yang terlambat. Bagi siswa yang terlambat mendapatkan sanksi untuk membersihkan lingkungan sekolah. Hukuman itu diberikan agar tidak ada lagi siswa yang terlambat.

Advertisement

Rabu (20/3) pagi, kata Tusidi tercatat ada 25 orang siswa yang terlambat. Kemudian para siswa yang terlambat ini diberi sanksi membersihkan lingkungan sekolah. Sebelum memberikan sanksi, Tusidi bertanya tentang kondisi siswanya. Jika ada yang sakit atau tidak fit maka sanksi tidak diberikan.

"Kemudian AA mengaku sakit. Dia bilang pusing sambil jogat-joget seperti mengejek," urai Tusidi saat ditemui di SMP Negeri 10 Yogyakarta.

Tusidi menyebut AA memiliki catatan kedisiplinan yang buruk dan kerap membuat guru-guru lain kewalahan dengan tingkahnya. Tusidi juga menyebut AA sering berbohong, pernah merusak fasilitas sekolah, sering membuat gaduh di kelas dan kerap terlambat. Dari rekam jejak AA itu, Tusidi bertanya kembali tentang kondisi kesehatan AA. Pertanyaan ini justru dijawab AA sambil tertawa.

Advertisement

"Saya pernah jadi guru beladiri jadi tahu mana yang sakit pucat atau tidak. Saya suruh squat jump, dia tidak tahu. Saya suruh jongkok terpaksa karena saya emosi reflek saya memang menendang pantatnya. Bukan pakai bagian yang menyakitkan saya tahu karate jadi saya tahu betul bagaimana. Dalam Islam pun ada konsep memukul boleh tapi di bagian tidak fatal. Saya pakai punggung kaki," ungkap Tusidi.

Usai menendang AA, Tusidi pun kemudian memberikan nasehat. Namun saat diberi nasehat, Tusidi menganggap AA justru menunjukkan respons yang tidak baik. Akhirnya Tusidi menskors AA selama sehari dan memberinya surat izin agar tidak belajar.

"Saya beri izin pulang saja. Saya sudah tidak tahu mau kasih sanksi apa. Kemudian AA datang ke sekolah dengan ibunya. Saya sudah minta maaf ke ibunya tapi tidak diterima. Saya sebenarnya ingin berkomunikasi dengan ibunya tentang kondisi AA di sekolah. Tapi ibunya bilang biar sama bapaknya saja yang akan datang ke sekolah. Saya tunggu ternyata tidak datang. Kemudian jadi viral seperti ini," keluh Tusidi.

Baca juga:
Telat Masuk Sekolah, Seorang Siswa SMP di Yogya Ditendang Guru
Kasus Siswa SMA Aniaya Kepala Sekolah di Riau Berakhir Damai
Rekonstruksi Kasus Kematian Taruna ATKP Makassar, Polisi Temukan Fakta Baru
Aniaya Kepala Sekolah, Siswa SMA di Riau Jadi Tersangka
Tak Patut Dicontoh, Siswa SMA di Riau Cekik, Tendang & Tinju Bibir Kepala Sekolah
Hasil Autopsi Polisi Taruna ATKP Makassar Tewas karena Pukulan Benda Tumpul

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.