LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gunung Slamet mulai dikenal pendaki mancanegara

Gunung Slamet mulai dikenal pendaki mancanegara. Gunung Slamet yang memiliki ketinggian 3.428 meter, kini mulai dikenal pendaki dari mancanegara. Tren tersebut tercatat oleh Dinporabudpar Purbalingga Jawa Tengah dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

2016-11-06 01:05:00
Gunung Slamet
Advertisement

Gunung Slamet yang memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut, kini mulai dikenal pendaki dari mancanegara. Tren tersebut tercatat oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinporabudpar) Purbalingga Jawa Tengah dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Dari catatan yang dimiliki Dinporabudpar Purbalingga, ratusan pendaki asal 21 negara di dunia melakukan pendakian di gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.

"Setidaknya wisatawan mancanegara dari 21 negara di dunia, pernah melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet sejak Agustus hingga Oktober 2016. Mereka memilih melakukan pendakian dari pos pendakian di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja," kata Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar, Prayitno, Sabtu (5/11).

Ia menjelaskan para pendaki yang pernah memuncaki Gunung Slamet antara lain berasal dari Inggris, Rusia, Kolombia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya. Prayitno menyampaikan, kedatangan pendaki dari manca negara tersebut biasanya dilakukan usai para turis melakukan perjalanan wisata di sejumlah tempat wilayah Indonesia.

"Kebanyakan, mereka (pendaki yang naik Gunung Slamet) berkunjung setelah dari Bali, Lombok dan Candi Borobudur. Rerata, usia mereka masih muda, namun beberapa di antaranya juga sudah diatas usia 50-an tahun," lanjutnya.

Mereka yang melakukan pendakian dari Pos Bambangan, jelas Prayitno, datang dalam rombongan kecil mulai dari tiga hingga lima orang dalam satu grup. Kedatangan para pendaki dari mancanegara tersebut, kerap menggunakan jasa warga setempat untuk memandu selama pendakian.

"Keberadaan para pendaki dari luar negeri tersebut membawa berkah bagi warga setempat. Karena, para pendaki kerap membeli bekal perjalanan dan juga meminta jasa warga untuk memandu. Bahkan, ada yang meminta jasa membawa tas selama mendaki," katanya.

Selain tingginya animo pendaki mancanegara, jumlah pendaki dari berbagai wilayah di Indonesia juga meningkat dari Januari hingga Oktober 2016. Dalam catatannya, sedikitnya 17 ribu pendaki melakukan perjalanan pendakian Gunung Slamet melalui pos Bambangan.

"Dibanding tahun sebelumnya, jumlah pendaki hanya 6.971 orang. Kenaikan jumlah pendaki ke Gunung Slamet kemungkinan karena animo wisata minat khusus kalangan muda yang saat ini menjadi trend. Selain itu juga, kondisi status Gunung Slamet yang normal dan cuaca yang sangat bersahabat," katanya.

Baca juga:
Sensasi Wisata Pacu Adrenalin di Gunung Kapur Bandung
Mengenal Komunitas 'Pendaki Pink' yang Menghebohkan Dunia Maya
Sebulan terakhir, sudah tiga pendaki tewas di puncak Mahameru
4 Hari hilang, pendaki asal Austria ditemukan dalam kondisi stres
Rekayasa foto di Everest, dua polisi ini dilarang mendaki 10 tahun
Berburu inti es di puncak Mont Blanc

Advertisement
(mdk/war)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.