Gunung Sahari banjir, TransJ berjam-jam tak kunjung datang
Agar aman para pengendara memilih memanfaatkan jasa menyeberang dengan rakit dari kayu.
Banjir membuat arus lalu lintas di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, lumpuh. Pengendara motor menuju arah Kota memilih memutar balik ketimbang harus menerobos ketinggian air yang mencapai 40 centimeter.
Pantauan merdeka.com, Rabu (29/1), mayoritas pemotor dari Senen ke Mangga Dua melawan arah. Ada juga motor yang mogok. Agar aman para pengendara memilih memanfaatkan jasa menyeberang dengan rakit dari kayu.
Untuk sekali penyeberangan para anak berusia 10-15 tahun memasang tarif Rp 5.000 rupiah, namun ada juga yang Rp 20.000, tergantung jenis motornya. Setelah itu pengendara melintasi jembatan sekitar 5 meter, dan langsung tembus di jalan menuju Kota.
"Rp 5.000 sekali nyebrang, dari pada putar balik jauh," kata Abdul.
Penghasilan mereka juga lumayan. "Sekarang sudah dapat Rp 250 ribu dari jam 12 sampe jam 3," kata Gugun (22).
Banjir ini juga dikeluhkan warga yang biasa naik angkutan umum. Ryan mengaku sudah hampir sejam menunggu bus Transjakarta lewat. "Busway enggak datang-datang, naik mikrolet ke arah Senen saja," katanya.
Sedangkan Yanti (46) sudah hampir 45 menit menunggu Metromini 02 datang. Akhirnya ibu rumah tangga itu memilih naik mikrolet. "Ya banjir karena warga juga jorok buang sampah sembarangan," katanya.
Baca juga:
Kemesraan di tengah banjir
Jelang Imlek, vihara di Semanggi kebanjiran
Banjir di Gunung Sahari jadi
Banjir, macet dan pengendara bandel buat polisi kesal
Banjir mulai surut, Daan Mogot tetap macet parah