LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gunakan Angkutan Umum, 81 Ribu Pemudik Sudah Masuk ke DIY

Dia menjelaskan, data pemudik yang didapatnya belum termasuk pemudik yang kembali menggunakan kendaraan pribadi. Data tersebut hanya berdasarkan laporan dari moda transportasi kereta, pesawat dan bus.

2020-04-24 00:31:00
Larangan Mudik
Advertisement

Selama dua pekan belakangan terakhir, Dishub DIY mencatat ada sekitar 81 ribu pemudik yang sudah kembali ke Yogyakarta. Para pemudik ini diketahui menggunakan berbagai moda transportasi untuk pulang ke DIY.

"Hari ini belum update (jumlah pemudik yang masuk ke DIY). Tetapi selama dua minggu, dari kereta api, pesawat, dan bus itu hanya hitung empat terminal Giwangan, Wates, Jombor, Gununglidul itu sekitar 81 ribuan," kata Kepala Dishub DIY Tavip Agus Rayanto di Kantor Gubernur DIY, Kamis (23/4).

Dia menjelaskan, data pemudik yang didapatnya belum termasuk pemudik yang kembali menggunakan kendaraan pribadi. Data tersebut hanya berdasarkan laporan dari moda transportasi kereta, pesawat dan bus.

Advertisement

"Itu belum termasuk kendaraan pribadi. Karena saya tidak bisa menghitung yang jalur pribadi. Saya minta PT KAI jumlah orang yang datang. Angkasa Pura juga minta. Itu saya hitung selama dua minggu," ujarnya.

Tavip memprediksi akan terjadi penurunan jumlah pemudik. Kondisi ini karena sejumlah daerah lain telah melakukan penyaringan.

"Harapannya ke depan malah semakin rendah. Kan Jabar operasi, DKI operasi, di sini tinggal sedikit (pemudik) harapannya. Yang banyak pertanyaan dari masyarakat itu justru penglajon (orang pelaju)," terangnya.

Advertisement

Dia mengungkapkan, untuk para pelaju ini pihaknya tak melakukan razia. Razia akan dilakukan hanya kepada pemudik dari daerah zona merah yang dinilai mempunyai potensi melakukan import transmisi penularan virus Corona.

"Prinsip kita tidak akan merazia seperti itu yang penglajon itu. Tidak mungkin. Prioritasnya kita ke zona merah yang punya potensi import transmisi dari luar daerah yang lain," tutup Tavip.

Baca juga:
Kendaraan Umum dan Pribadi Dilarang Melintas 24 April, Jalan Nasional Tak Ditutup
Pemeriksaan di Jalur Perbatasan Yogyakarta akan Diperketat selama Musim Mudik
Mudik Resmi Dilarang, Ini Pos Pemeriksaan Mobil di Jalan Tol dan Arteri
Larangan Mudik Berlaku Besok, Jalan Tol Tidak Boleh Dilewati Kendaraan Pribadi
Menag Ingatkan Masyarakat Tak Ziarah Kubur dan Mudik Selama Pandemi Covid-19
Pemerintah Larang Penerbangan Komersil 24 April Sampai 1 Juni

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.