LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gudang Arsip Kebanjiran, Banyak Dokumen Pertanahan BPN Kota Bekasi Basah

Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan pada Kementerian ATR/BPN RI, Nurhadi Putra, mengatakan tembok setinggi satu meter lebih merupakan pembatas lingkungan kantor BPN dengan saluran di kawasan Karang Kitri. Jebolnya tembok tersebut membuat air memenuhi area basement yang terdapat gudang arsip pertanahan.

2020-01-03 15:06:51
Banjir Jakarta
Advertisement

Banyak dokumen pertanahan di kantor BPN Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur basah akibat banjir pada Rabu hingga Kamis di wilayah setempat. Dokumen yang basah tersebut akan direstorasi oleh Arsip Nasional RI (ANRI).

"Banjir karena jebolnya tembok di sebelah kanan kantor BPN Kota Bekasi," kata Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan pada Kementerian ATR/BPN RI, Nurhadi Putra di kantor BPN Kota Bekasi, Jumat (3/1).

Menurut dia, tembok setinggi satu meter lebih merupakan pembatas lingkungan kantor BPN dengan saluran di kawasan Karang Kitri. Jebolnya tembok tersebut membuat air memenuhi area basement yang terdapat gudang arsip pertanahan.

Advertisement

"Dokumen yang tidak di atas rak terendam, ini bencana yang tidak bisa dikira-kira," kata Nurhadi.

Ia mengatakan, cukup banyak dokumen yang basah akibat banjir. Sebagian sudah dievakuasi ke tempat lebih tinggi. Merdeka.com melihat tumpukan dokumen basah berjejer menumpuk hingga sepanjang 10 meter lebih.

"Sebagian belum dievakuasi," katanya.

Advertisement

Ia mengatakan ada dua jenis dokumen yang terendam banjir. Pertama, kata dia, dokumen arsip hidup yang harus direstorasi, dan dokumen mati yang dapat dimusnahkan. Untuk merestorasi ini, pihaknya menggandeng Arsip Nasional RI (ANRI).

"Yang aktif itu seperti program PTSL, kalau yang tidak aktif seperti dokumen Roya. Tapi sebagian besar yang kita kelompokkan adalah dokumen tidak aktif," ucap dia.

Menurut dia, pihak arsip nasional telah merespon permintaan bantuan restorasi dokumen yang basah. Hari ini, kata dia, pihak Anri langsung meninjau lokasi untuk segera mengambil langkah-langkah selanjutnya sesuai prosedur.

Baca juga:
Banjir Hari Ketiga Mulai Surut, Jumlah Pengungsi di Jabodetabek Menurun
Mensos: Keluarga Korban Meninggal saat Banjir Dapat Santunan Rp15 Juta
Dahsyatnya Banjir Jabodetabek 2020 & Akibat yang Ditinggalkannya
Empat Instansi Pemerintah di Bekasi Masih Lumpuh Pascabanjir
Banjir Lumpuhkan Jalan Kartini Bekasi
Evakuasi Dokumen yang Terendam Banjir, Kepala BPN Kota Bekasi Dipatok Ular

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.