Gubernur Koster Jawab Isu Pariwisata Bali Sepi Terimbas Perang AS-Iran: Saya Jelaskan dengan Data
Hal tersebut, Gubernur Koster sampaikan pada konferensi pers penutupan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, kendati kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) turun 7 persen di Bulan Mei 2026, akibat konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) hingga merambat ke Timur Tengah (Timteng). Tetapi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Bali mengalami kenaikan dari pajak hotel dan restoran.
Hal tersebut, Gubernur Koster sampaikan pada konferensi pers penutupan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada Sabtu (30/5).
"Ada isu yang harus kami respons, itu terkait dengan adanya konflik di Iran dan melebar ke Timur Tengah. Ada suara-suara di media sosial pariwisata Bali ini akan terancam. Saya akan jelaskan ini dengan data bagaimana terancamnya," kata Koster.
Ia menjabarkan, dari Bulan Januari sampai April 2026 atau tutup bulan 30 April itu terjadi penurunan wisatawan asing ke Bali 0,23 persen secara kumulatif atau minus 0,23 persen.
"Yang tinggi turunnya itu Bulan April dan Maret. Kemudian khusus pada Bulan Mei, 1 Mei sampai 27 Mei (2026) itu turunnya 7 persen, agak tinggi. Tapi kecenderungannya angkanya menurun negatif dibandingkan April yang sempat mencapai 9 persen, sekarang sudah turunnya 7 persen. Jadi minusnya menurun," ujarnya.
Namun, ia menyatakan jika melihat dampak terhadap tingkat hunian hotel dan terutama sekali yang sudah dihitung secara online dengan sistem dampak terhadap pajak hotel dan restoran untuk pendapatan PAD itu malah meningkat dibandingkan di bulan yang sama di tahun 2025.
"Jadi saya sebelum ngomong tadi, saya udah whatsapp dulu data kemarin, data hari ini. Sampai tanggal 27 Mei, pajak hotel restoran dari 1 Januari sampai 27 Mei (2026) itu Rp2,89 triliun," ujarnya.
"Tahun 2025, year on year ini Januari sampai 31 Mei itu adalah Rp2,62 triliun, jadi naik. Sampai 31 Mei (2026) kira-kira akan menjadi Rp2,9 triliun. Berarti dari 2025 year on year tutup bulan Mei, itu meningkat kira-kira Rp300 miliar," harapanya.
Ia menyebutkan, untuk pendapatan atau PAD dari hotel yang sebelumnya Rp1,7 miliar meningkat Rp1,8 miliar dan untuk restoran yang awalnya Rp885 miliar menjadi Rp1,39 triliun.
"Hotelnya juga meningkat dari Rp1,7 miliar menjadi Rp1,8 miliar. Restorannya juga meningkat dari Rp885 miliar menjadi Rp1,39 triliun. Clear datanya, ini online sistemnya," katanya.
"Saya amati per kabupaten, di Kabupaten Badung naik. Yang turun cuma di Buleleng sama Klungkung. Yang lainnya naik semua. Apa artinya? Meskipun jumlah wisatawan asing-nya ini turun, tapi dampak terhadap pajak hotel restoran enggak turun, naik malah," jelasnya.
Ia memperkirakan, dari data tersebut ada sekitar 27 persen wisatawan mancanegara yang tidak datang ke Bali. Walaupun 27 persen datang ke Bali, ia menilai tamu-tamu tersebut menginap di tempat penginapan yang ilegal atau tidak bayar pajak.
"Kira-kira ini yang enggak datang 27 persen ini kira-kira tamu yang suka nginap di tempat-tempat yang tidak bayar pajak. Karena di Bali ini, banyak vila ilegal, penginapan ilegal, yang tidak bayar pajak yang disewakan murah-murah. Ini yang termasuk dipasarkan oleh Airbnb segala macam yang sudah saya kumpulin," katanya.
Vila Tak Berizin
Gubernur Koster juga menyampaikan, telah bertemu dengan pihak aplikasi Airbnb dan meminta agar tidak boleh lagi memasarkan tempat penginapan yang tidak berizin di Bali atau vila-vila ilegal.
Jangan Rusak Tatanan Pariwisata Bali
"Kau enggak boleh lagi memasarkan yang ini, karena ini merusak tatanan kepariwisataan di Bali. Kami sudah sepakat semua dengan online travel agent, sudah dikumpulin semua. Enggak boleh lagi memasarkan yang tidak berizin, kalau mau memasarkan izin dulu. Karena akan merusak semua. Tidak adil, kalau yang bayar pajak, terus ada yang nginep enggak bayar pajak," ujarnya.
"Jadi karena itu jumlah wisatawan yang menurun. Tapi dampak ekonominya terhadap Bali, enggak. Clear, pajak hotel restorannya naik. Nah, ini yang harus kami jaga betul dan mudah-mudahan tentu saja konflik di Timur Tengah itu segera berakhir," ujarnya.