Gubernur Kalteng Luncurkan Kartu Huma Betang, Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meluncurkan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebagai komitmen pemerintah provinsi dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah pedalaman.
Palangka Raya, 21 Februari 2026 – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan komitmen kuatnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peluncuran Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menyatakan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya bagi masyarakat kecil dan yang berada di wilayah pedalaman.
Peluncuran Kartu Huma Betang ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran dan akuntabel. Sistem digitalisasi yang diterapkan pada kartu ini memungkinkan proses pemberian bantuan menjadi lebih transparan dan efisien. Inisiatif ini menegaskan fokus pemerintah daerah pada kesejahteraan warga di seluruh pelosok Kalteng.
Agustiar Sabran menegaskan bahwa Kartu Huma Betang Sejahtera adalah pilar utama dalam mewujudkan visi dan misinya bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo. Program ini dirancang untuk mencakup berbagai sektor penting seperti pangan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi. Seluruh bantuan tersebut terintegrasi menjadi satu kesatuan demi kemudahan akses bagi penerima manfaat.
Digitalisasi dan Cakupan Bantuan Kartu Huma Betang
Kartu Huma Betang Sejahtera mengadopsi sistem digitalisasi modern untuk memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan dengan akurat dan sesuai aturan yang berlaku. Pendekatan ini meminimalkan potensi penyimpangan dan meningkatkan efektivitas program. Dengan demikian, setiap bantuan yang diberikan dapat menjangkut penerima yang benar-benar membutuhkan.
Cakupan bantuan sosial melalui Kartu Huma Betang sangat luas, meliputi berbagai sektor vital kehidupan masyarakat. Bantuan pangan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi merupakan beberapa contoh dari sektor-sektor yang terintegrasi dalam kartu ini. Integrasi ini bertujuan untuk memberikan dukungan komprehensif kepada keluarga penerima manfaat.
Melalui sistem digital, pemerintah provinsi dapat memantau dan mengevaluasi penyaluran bantuan secara real-time. Hal ini memungkinkan respons cepat terhadap kendala yang mungkin muncul di lapangan. Akurasi data penerima juga terjaga berkat pemanfaatan teknologi digital, sehingga bantuan tepat sasaran.
Komitmen di Tengah Efisiensi Anggaran Daerah
Gubernur Agustiar Sabran mengakui bahwa kondisi fiskal daerah Kalimantan Tengah pada tahun 2026 mengalami penurunan signifikan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng tahun 2026 tercatat sekitar Rp5 triliun lebih, jumlah ini turun drastis dibandingkan APBD tahun 2025 yang mencapai Rp10 triliun lebih. Situasi ini menuntut efisiensi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Meskipun terjadi efisiensi anggaran, pemerintah provinsi tetap berkomitmen penuh untuk memprioritaskan program-program pembangunan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Kartu Huma Betang Sejahtera menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut. Program ini dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk kesejahteraan warga Kalteng.
Penurunan APBD tidak menyurutkan semangat pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik. Fokus pada program-program krusial seperti KHBS menunjukkan bahwa pemerintah mengutamakan kebutuhan dasar masyarakat di atas segalanya. Kebijakan ini mencerminkan tanggung jawab pemerintah terhadap rakyatnya.
Tahap Awal Penyaluran dan Data Penerima Manfaat
Sebagai tahap awal implementasi, bantuan sosial dari Kartu Huma Betang difokuskan pada bantuan pangan dan bantuan tunai. Bantuan pangan berupa paket senilai Rp150.000, yang terdiri dari beras premium 5 kg, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1 kg. Selain itu, terdapat bantuan tunai sebesar Rp250.000.
Penyaluran bantuan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Bulog dan Bank Kalteng, memastikan distribusi yang luas dan terjangkau. Kolaborasi dengan lembaga-lembaga ini memperkuat jaringan distribusi bantuan hingga ke pelosok daerah. Hal ini juga meningkatkan akuntabilitas dalam proses penyaluran.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 279.434 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah terdaftar untuk menerima Kartu Huma Betang Sejahtera. Para KPM ini tersebar di 13 kabupaten dan 1 kota di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, menunjukkan jangkauan program yang luas dan merata.
Mekanisme Pendistribusian dan Target Pencapaian
Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, menjelaskan bahwa pendistribusian Kartu Huma Betang ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan. Prioritas diberikan kepada keluarga tidak mampu dan warga di pelosok daerah, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sumber data utama yang digunakan untuk menentukan penerima manfaat adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang dimutakhirkan setiap triwulan berdasarkan data dari Kementerian Sosial RI. Proses pendistribusian kartu melibatkan Relawan Kartu Huma Betang Sejahtera, yang terdiri dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Program Keluarga Harapan (PKH), serta Pendamping Desa.
Leonard S. Ampung menargetkan bahwa hingga akhir Februari 2026, seluruh KPM yang terdaftar telah menerima kartu ini. Target ambisius ini menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam mempercepat penyaluran bantuan. Koordinasi yang kuat antarpihak terlibat diharapkan mampu mencapai target tersebut secara efektif.
Sumber: AntaraNews