Gubernur Jambi Gaungkan Gerakan ASRI, Perkuat Pengelolaan Lingkungan di Seluruh Wilayah
Gubernur Jambi Al Haris meluncurkan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) untuk memperkuat pengelolaan lingkungan. Simak komitmen Pemprov Jambi dalam meningkatkan kebersihan dan kesadaran pilah sampah.
Gubernur Jambi Al Haris secara resmi menggaungkan program Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai langkah konkret. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan lingkungan di sekitar tempat tinggal masyarakat Jambi secara menyeluruh. Pernyataan penting tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026.
Apel peringatan yang berlangsung di Kota Jambi itu turut dirangkai dengan layanan konferensi video bersama Menteri Lingkungan Hidup. Melalui kegiatan ini, Gubernur menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam. Gerakan ASRI diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Program ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah komitmen jangka panjang. Penilaian komitmen kebersihan akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari lingkungan kantor hingga ke tingkat rukun tetangga. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya bersih dan sehat di seluruh wilayah Provinsi Jambi.
Komitmen Penilaian Kebersihan Berjenjang di Jambi
Gubernur Al Haris menjelaskan bahwa Provinsi Jambi akan kembali menggulirkan sistem penilaian yang serupa dengan Adiwiyata, namun dengan nama baru. Inisiatif ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana komitmen pemerintah kabupaten dan kota dalam mengimplementasikan Gerakan ASRI. Penilaian akan menjangkau hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
Kriteria penilaian kebersihan ini akan sangat komprehensif, mencakup kebersihan lingkungan kantor pemerintahan hingga ke tingkat rukun tetangga (RT). Standar penilaian tersebut akan mengacu pada pedoman yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, diharapkan ada keseragaman dan kualitas yang tinggi dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Sistem penilaian ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap daerah memiliki tanggung jawab yang jelas. Hal ini juga untuk mendorong inovasi dalam pengelolaan lingkungan. Gerakan ASRI diharapkan menjadi motor penggerak perubahan perilaku positif di tengah masyarakat Jambi.
Fokus pada Peningkatan Kesadaran Pilah Sampah
Salah satu fokus utama dari penilaian Gerakan ASRI adalah mengukur tingkat pemahaman masyarakat dalam memilah sampah. Gubernur menyoroti bahwa kesadaran masyarakat dalam aspek ini masih perlu terus ditingkatkan secara signifikan. Edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah akan menjadi kunci keberhasilan program ini.
Penumpukan sampah bukan hanya masalah estetika yang merusak pemandangan kota dan desa. Lebih jauh lagi, tumpukan sampah dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, Gerakan ASRI menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dari hulu hingga hilir.
Pemerintah Provinsi Jambi akan terus mendorong berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesadaran ini. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan lembaga pendidikan, akan diperkuat. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan proaktif terhadap lingkungan.
Kebersihan Lingkungan Kerja dan Apresiasi Lingkungan
Selain fokus pada masyarakat, Gubernur Al Haris juga memberikan perhatian khusus pada kebersihan di lingkungan perkantoran pemerintah. Setiap dinas diinstruksikan untuk serius memperhatikan kebersihan kantor, toilet, serta memastikan ketersediaan tempat sampah yang memadai. Lingkungan kerja yang bersih mencerminkan profesionalisme dan kepedulian.
Gubernur berharap bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Namun, momen ini harus menjadi pengingat dan motivasi bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Kepedulian ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Jambi juga menyerahkan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi aktif. Penghargaan ini diberikan kepada instansi pemerintah, perangkat daerah, perusahaan, sekolah, individu, hingga kelompok masyarakat. Mereka dinilai telah berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dan mendukung aksi iklim.
Gubernur Al Haris menutup pernyataannya dengan harapan besar. Ia menekankan, "Kalau kita sudah bersih, baru kita menilai ke bawah sampai ke kabupaten dan kota. Ini penting agar budaya bersih dan hidup sehat benar-benar menjadi kebiasaan." Pesan ini menggarisbawahi pentingnya memulai perubahan dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.
Sumber: AntaraNews