Gubernur Aher tidak rela ada teroris di Jawa Barat
Gubernur Aher tidak rela ada teroris di Jawa Barat. Pos Polisi Bunder Purwakarta memang menjadi sasaran aksi teror pada perayaan Tahun Baru 2017 mendatang. Dua dari empat ditangkap hidup-hidup, adapun sisanya ditangkap mati. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan tidak rela jika hal itu sampai terjadi.
Detasemen Khusus 88 Antiteror berhasil mengendus sekaligus menggagalkan rencana aksi teror selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2017. Terakhir, pasukan elite Polri tersebut menggerebek lokasi persembunyian empat terduga teroris di Waduk Jatiluhur, Purwakarta Jawa Barat, dan menembak mati dua pelaku karena melakukan perlawanan.
Keberhasilan itu mengundang banyak apresiasi dari pelbagai kalangan, salah satunya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
"Kita apresiasi kepolisian dan TNI ini. Kemarin jelang Natal dan tahun baru sejumlah calon aksi digagalkan polisi dan TNI," kata Aher sapaan akrab Ahmad Heryawan di Gedung Negara Pakuan, Jabar, Selasa (27/12).
Pos Polisi Bunder Purwakarta memang menjadi sasaran aksi teror pada perayaan Tahun Baru 2017 mendatang. Dua dari empat ditangkap hidup-hidup, adapun sisanya ditangkap mati. Dua terduga teroris yang tewas adalah Abu Faiz dan Abu Sofi lantaran melawan saat hendak ditangkap.
Aher melanjutkan perbuatan terorisme itu tidak dibenarkan sama sekali. Baik itu atas alasan agama, hukum maupun secara kemanusiaan.
"Tidak ada satu alasan apapun melakukan teror. Itu jelas terlarang. Oleh karena itu tidak rela ada tindakan teroris di Jabar, dan wilayah hukum lainnya di Indonesia," terangnya.
Baca juga:
Bupati Dedi ingin Waduk Jatiluhur bersih dari kolam jaring apung
Dua teroris tinggal gratis di Kolam Jaring Apung Jatiluhur
Densus 88 sita banyak paku dari kontrakan terduga teroris Purwakarta
Warga ketakutan saat Densus 88 gerebekan teroris di rumah apung
Bupati Dedi minta keamanan Jatiluhur diperketat pasca-penyergapan