Warga ketakutan saat Densus 88 gerebekan teroris di rumah apung
Merdeka.com - Pasca penyergapan empat terduga teroris di rumah apung areal peternakan ikan keramba jaring apung (KJA) Waduk Ir H Juanda Jatiluhur, Purwakarta, oleh Detasemen khusus Mabes Polri, warga di sekitar lokasi mulai beraktivitas seperti biasa.
Pantauan merdeka.com di lokasi, Senin (26/12), aktivitas para peternak ikan masih terlihat seperti mengantar pakan dari Dermaga Dishub ke tengah danau ke lokasi-lokasi KJA menggunakan perahu. Berikut dari tengah danau membawa ikan ke dermaga.
Sedangkan rumah bedeng yang menjadi persembunyian dua terduga teroris masih dipasangi garis polisi. Bercak warna merah mirip darah terlihat di bawah pintu masuk rumah KJA tersebut.
Selain itu, kaca jendela rumah apung itu terlihat pecah. Di dalam rumah berukuran 3x2 meter persegi itu, terlihat tikar, alat mandi hingga alat masak.
Seorang peternak KJA mengaku dirinya dan rekan-rekannya masih khawatir pascapenangkapan. Meskipun, saat ini tim Gegana Brimob Polda Jabar sudah tidak ada di lokasi itu.
"Hari ini sudah normal, kalau kemarin ya kami ketakutan. Tapi ya tidak sesibuk saat sebelum penangkapan," kata Warsa (40).
Warsan dan para petani KJA lainnya mengaku sempat kaget karena tempat usahanya dihuni para terduga teroris. Selama ini, belum ada ada gangguan keamanan besar mengganggu usah mereka.
"Kejadian seperti ini baru kali ini, padahal selama ini kami usaha di sini aman-aman saja. Dan sekarang kami belum tahu apakah di sini sudah aman atau bagaimana kelanjutannya, tapi yang pasti kami berharap aman terus," ujarnya warga lain Tatang (45).
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya