LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Grup telegram simpatisan ISIS miliki ribuan pengikut

Anggota grup Telegram itu cukup banyak. Mereka mayoritas adalah orang-orang yang berpandangan polisi adalah musuh bersama dan layak dibunuh.

2017-07-09 00:09:25
ISIS di Indonesia
Advertisement

Simpatisan ISIS yang ditangkap Polda Sumsel di Muara Enim, Toni Rianda (24) diketahui cukup aktif menyebar ujaran kebencian di grup Telegram yang diikutinya. Dia menyebut kalimat-kalimat provokatif terhadap kepolisian.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Prasetijo Utomo mengaku keberadaan grup Telegram itu telah lama dipantau tim cyber. Sedangkan terperiksa bergabung dengan grup itu sejak tiga bulan lalu.

"Ini hasil cyber patrol. Begitu keberadaan terperiksa diketahui kita gelar razia," ungkap Prasetijo, Sabtu (8/7) malam.

Menurutnya, anggota grup Telegram itu cukup banyak. Mereka mayoritas adalah orang-orang yang berpandangan polisi adalah musuh bersama dan layak dibunuh.

"Anggota grup itu banyak, ada ribuan," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, dari pemeriksaan sementara terperiksa Toni belum masuk dalam jaringan ISIS. Dia juga bukan kelompok anggota ISIS yang ditangkap di Jambi beberapa hari lalu.

"Pengakuannya masih simpatisan, belum masuk jaringan. Tapi kita lihat hasil pemeriksaan dulu," kata dia.

Meski baru saja menangkap simpatisan ISIS, Agung memastikan sejauh ini belum terpantau jaringannya menyebar di Sumsel. "Belum ada. Tapi tetap dipantau," pungkasnya.

Baca juga:
Sebelum pasang bendera di Polsek, Ghilman survei sambil antar nenek
Wanita ini ledakkan bom bunuh diri sambil gendong bayinya
Duduk samping sopir bus, seorang warga terduga ISIS diamankan polisi
Disangka dukung ISIS, polisi Malaysia tangkap WNI jadi tukang jahit
Buka kotak amal, marbot masjid di Sumedang temukan surat kaleng

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.