Gotong Royong Polri-Warga: Masjid Syuhada Aceh Tamiang Kembali Bersih untuk Ibadah
Setelah terdampak banjir dan terendam lumpur, Masjid Syuhada Aceh Tamiang kini kembali bersih dan bisa digunakan untuk ibadah berkat kolaborasi Polri dan masyarakat.
Masjid Syuhada di Aceh Tamiang, Aceh, yang sebelumnya tidak dapat digunakan akibat terendam lumpur pasca bencana banjir, kini telah kembali berfungsi. Upaya pembersihan secara gotong royong yang melibatkan personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama masyarakat setempat berhasil mengembalikan kondisi masjid.
Kondisi masjid yang sempat lumpuh karena genangan air dan endapan lumpur kini telah bersih total. Hal ini memungkinkan warga kembali menjalankan aktivitas ibadah mereka dengan nyaman dan khusyuk di tempat suci tersebut.
Proses pembersihan intensif ini menunjukkan sinergi kuat antara aparat keamanan dan komunitas lokal. Mereka bahu-membahu mengatasi dampak bencana alam demi kepentingan bersama, khususnya dalam memulihkan fasilitas umum yang vital bagi masyarakat.
Upaya Pembersihan dan Kolaborasi Polri-Masyarakat
Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, menyampaikan kebahagiaannya atas keberhasilan pembersihan masjid ini. Ia menegaskan bahwa kerja keras personel kepolisian dan warga telah membuahkan hasil yang signifikan, sehingga Masjid Syuhada Aceh Tamiang dapat digunakan kembali.
“Setelah kami, personel kepolisian dan warga terus menerus melakukan pembersihan, akhirnya masjid sudah bisa dipakai lagi oleh masyarakat untuk menunaikan ibadah,” kata AKBP Muliadi. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah.
Sebelumnya, kondisi Masjid Syuhada sangat memprihatinkan karena terendam lumpur tebal yang menghalangi segala bentuk aktivitas ibadah. Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat proses rehabilitasi fasilitas keagamaan ini.
Pembersihan ini merupakan wujud nyata kontribusi Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang dilanda bencana alam. Kehadiran dan tindakan langsung Polri di tengah masyarakat terdampak sangat membantu dalam pemulihan pasca-bencana.
Peninjauan Langsung Kapolri dan Dampak Bencana
Sebelumnya, pada Kamis (11/12), Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo juga sempat meninjau langsung proses pembersihan di Aceh Tamiang. Kunjungan ini menegaskan perhatian pimpinan Polri terhadap dampak bencana dan upaya pemulihan di lapangan.
Peninjauan tersebut dilakukan di tiga lokasi berbeda yang terdampak parah oleh bencana alam. Lokasi-lokasi tersebut meliputi:
- SDN 01 Karangbaru, dengan melibatkan 25 personel Polri.
- Masjid Syuhada, yang juga melibatkan 25 personel Polri.
- Mapolres Aceh Tamiang, dengan pengerahan 150 personel Polri.
Total 200 personel Polri dikerahkan untuk membantu membersihkan fasilitas umum yang vital bagi masyarakat. Keterlibatan personel dalam jumlah besar ini menunjukkan skala dampak bencana dan keseriusan upaya penanganannya.
Pembersihan ini tidak hanya berfokus pada Masjid Syuhada Aceh Tamiang, tetapi juga mencakup fasilitas pendidikan dan kantor kepolisian sendiri. Hal ini menggambarkan upaya komprehensif Polri dalam memulihkan infrastruktur publik dan memastikan pelayanan kembali berjalan normal bagi seluruh warga.
Sumber: AntaraNews