Go internasional, batu giok Aceh bakal ikut pameran di Malaysia
Para pengusaha batu giok mendapat jatah 20 Stan di pameran internasional tersebut.
Pertengahan tahun 2015 akan diselenggarakan pameran batu cincin tingkat Asia Pasifik di Kuala Lumpur, Malaysia. Gabungan Pecinta Batu Alam (GaPBA) Aceh akan berpartisipasi dengan memboyong 20 stan even tingkat internasional ini.
Ketua GaPBA Aceh, Nasrul Sufi yang akrab disapa Teungku Abang mengatakan, pihaknya sudah mendapat undangan dari pihak panitia penyelenggara pemeran batu cincin di Kuala Lumpur, Malaysia.
Rencananya dalam waktu dekat dirinya akan berkunjung ke Kuala Lumpur, guna memastikan ada perwakilan dari Aceh ikut serta dalam pameran batu terbesar di Asia Pasifik ini.
"Orang Malaysia langsung yang minta khusus dipamerkan batu-batu cincin giok Aceh yang super, jadi ini juga berkat kesuksesan pameran batu cincin nasional lalu dengan tema Batu Aceh di Mata Dunia," kata Teungku Abang kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat (13/3).
Rencananya ada 20 stan yang akan ikut serta dalam pameran batu cincin tingkat internasional ini. Setiap stan akan membawa 300-400 batu cincin jenis idocrase super, baik idocrase lumut, solar, bios solar dan jenis batu Aceh lainnya yang super.
Sedangkan stan yang sudah konfirmasi akan ikut, jelasnya, sampai saat ini sudah ada 15 stan. Selebihnya belum mendapatkan konfirmasi.
"15 stan ini sudah pasti ikut dengan membawa giok idocrase super dari Aceh," tegasnya.
Sementara itu untuk pra kondisi keberangkatan ke Kuala Lumpur, Malaysia. GaPBA Aceh akan menggelar beberapa pameran dan kontes batu di Kabupaten/Kota. Di antaranya yang sudah memastikan kesiapannya adalah Kabupaten Pidie dan Kota Sabang.
"Ada satu kabupaten lagi yaitu di Takengon yang meliputi Aceh Tengah dan Bener Meriah belum mendapatkan konfirmasi kesiapannya," tutupnya.
Teungku Abang berharap, dengan adanya even internasional pameran batu cincin ini akan semakin mendongkrak popularitas batu cincin Aceh yang memiliki kualitas yang baik, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat di Aceh.
Baca juga:
Demam akik, ada orang bawa palu dan pahat mau curi batu bersejarah
Pemerintah beri tamu negara suvenir batu akik saat 60 tahun KAA
Situs bersejarah di Jabar terancam rusak oleh pemburu batu akik
5 Trend musiman yang pernah ada di Indonesia
Antisipasi kerusakan lingkungan, Sumsel bentuk Perda batu akik
Pengusaha asal Aceh borong 211 cincin idocrase seharga Rp 1,5 M
Warga Pamekasan gempar penemuan gua akik, pintu masuk lewat sumur