GMPG minta KPK segera tahan Setya Novanto
KPK telah menetapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus pengadaan e-KTP pada 17 Juli lalu. Namun hingga kini belum melakukan pemeriksaan terhadap Novanto sebagai tersangka, termasuk menahannya.
KPK telah menetapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus pengadaan e-KTP pada 17 Juli lalu. Namun hingga kini belum melakukan pemeriksaan terhadap Novanto sebagai tersangka, termasuk menahannya. Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia meminta KPK untuk segera menahan Novanto.
"Kalau memang bukti-buktinya sudah cukup kuat ya langsung tahan saja. Apalagi kalau kemudian sekarang beredar isu banyak sekali yang mengatakan bahwa ini nanti praperadilan akan menang, kemudian ini kan bisa lolos lagi, dan sebagainya. Artinya KPK membiarkan orang untuk bekerja melawan dirinya sendiri," kata Doli di RM Sederhana SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (8/8).
Penahanan Novanto, tambah Doli, dilakukan untuk mencegah upaya perlawanan terhadap KPK. Serta menjaga citra baik lembaga negara seperti DPR.
"Untuk menghindari upaya-upaya perlawanan terhadap KPK dan juga untuk menghindari citra buruk nanti kita menghadapi seperti even-even seperti 17 Agustus," ucapnya.
Sebelumnya, KPK menetapkan Ketua DPR Setya Novanto (SN) sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012. Peran Novanto terlacak mulai dari proses perencanaan hingga pembahasan anggaran di DPR hingga pengadaan barang dan jasa.
Novanto disangkakan melanggar pasal 3 atau pasal 2 ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Novanto dituduhkan menyalahgunakan kewenangan hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun dalam proyek tersebut.
Baca juga:
KPK periksa enam saksi untuk tersangka Setya Novanto
Kebut kasus e-KTP, KPK kembali periksa keponakan Setya Novanto
GMPG bikin 'Gerakan Golkar Bersih' buat selamatkan partai dan Jokowi
GMPG klaim Yorrys, Nusron sampai Airlangga dukung Setnov diganti
Istana pastikan Novanto tidak baca naskah proklamasi di HUT RI ke-72