Gibran akan Tata Kawasan Kumuh di Bantaran Sungai, Rel dan Makam
Gibran menyampaikan, penataan kawasan kumuh ditargetkan selesai para tahun 2026. Syaratnya, lanjut dia, tidak ada refokusing atau pemotongan anggaran akibat dialihkan untuk penanganan Covid-19.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berkomitmen untuk menata kawasan kumuh di sejumlah titik kota. Masyarakat diharap bersabar, pasalnya penataan akan dilakukan secara bertahap.
Pernyataan Gibran disampaikan kepada wartawan disela Penyerahan bantuan listrik gratis untuk warga di Pasarkliwon, Kamis (29/4). Gibran mengatakan, penataan akan menyentuh kawasan bantaran dan tempat pemakaman umum (TPU).
"Pokoknya itu nanti bertahap lah. Menjadi tanggungjawab kita. Yang di bantaran sungai, bantaran rel dan yang di makam-makam. Nanti kami tata satu per satu," ujarnya.
"Mohon bersabar pokoknya. Semua sudah ada di visi misi kami," imbuhnya.
Gibran menyampaikan, penataan kawasan kumuh ditargetkan selesai para tahun 2026. Syaratnya, lanjut dia, tidak ada refokusing atau pemotongan anggaran akibat dialihkan untuk penanganan Covid-19.
"Semua tempat yang masuk kategori kumuh itu kan tugasnya pemerintah untuk menata. Karena pandemi ini ya tidak bisa semua langsung kita garap. Itu nanti bertahap," terang dia.
Gibran mengaku sudah mempunyai perencanaan terkait penataan tempat kumuh di Kota Bengawan. Bahkan rencana tersebut sudah ada sejak masa kampanye Pilkada Solo 2020 lalu.
"Perencanaannya sudah ada kok. Di mana-di mana tempatnya, penataannya seperti apa. Pokoknya itu nanti bertahap dan menjadi tanggungjawab kita semua," pungkasnya.
Baca juga:
Fokus di Solo, Gibran Enggan Dikaitkan dengan Pilkada DKI dan Pilpres
Wali Kota Gibran Janji Permudah Semua Pelayanan di Solo
Gibran Minta Warga Tidak Perlu Takut Gelar Festival Kebudayaan
40 Warga dan 10 Masjid di Solo Dapat Bantuan Listrik Gratis
Serahkan Dana Apresiasi untuk Atlet, Gibran Janji Sediakan Fasilitas Latihan