Gerindra Hormati Hak Politik Partai Koalisi Prabowo, Bertahan atau Keluar
Gerindra Hormati Hak Politik Partai Koalisi Prabowo, Bertahan atau Keluar. Andre menekankan, bahwa Partai Gerindra tidak akan memohon kepada partai tersebut supaya tetap bertahan di barisan Prabowo-Sandi. Menurutnya, setiap partai punya hak masing-masing.
Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menegaskan, bahwa dirinya menghormati bila ada partai pengusung paslon 02 yang ingin mengambil sikap lain. Hal itu terkait dengan sikap manuver Partai Demokrat.
"Saya mengklarifikasi bahwa pernyataan saya adalah bahwa kami menghormati hak partai politik koalisi kami yang ingin bertahan atau keluar," kata Andre saat dikonfirmasi, Selasa (7/5).
"Jadi kalau ada yang ingin keluar tentu kami tidak bisa memaksa dan juga tidak ingin meminta serta memohon agar mereka bertahan, itu hak partai politik itu," sambungnya.
Andre menekankan, bahwa Partai Gerindra tidak akan memohon kepada partai tersebut supaya tetap bertahan di barisan Prabowo-Sandi. Menurutnya, setiap partai punya hak masing-masing.
"Tetapi yang jelas kami sekali lagi, kami tentu berharap partai partai politik yang ada di dalam koalisi kami tentu seandainya yang ada ingin keluar tentu menjaga etika politik dengan sesuai peribahasa datang tampak muka, tentu pergi tampak punggung," jelasnya.
Andre ingin keputusan politik yang diperjuangkan bersama diakhiri pula dengan cara kebersamaan. Hal tersebut sebagai etika politik yang mesti ditunjukkan.
"Jadi tidak benar saya bilang Demokrat silakan keluar sekarang juga seperti berita sebelumnya, saya ingin mengklarifikasi hal itu, jadi saya hanya menyampaikan kalau ada yang ingin keluar yaitu hak yang kami hormati, tapi sesuai etika datanglah bicara dulu," tuturnya.
Kendati demikian, partai Gerindra meyakini bahwa partai Demokrat tetap komitmen berada dalam koalisi Prabowo-Sandi sesuai dengan sikap Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan.
"Tetapi tentu kami berharap tidak ada teman-teman yang genit, teman-teman Demokrat yang genit di media mainstream maupun sosial, bahkan ada yang bicara bahwa seandainya pak Prabowo tanggal 22 kalah kami akan keluar dari koalisi saya rasa enggak patut ya bicara seperti itu," pungkasnya.
Baca juga:
Prabowo Curhat Ada Kecurangan Pemilu ke Media Asing, TKN Nilai Klaim Sepihak
Poin-Poin Penting Isi Pertemuan Prabowo Subianto dengan Media Asing
Ma'ruf Amin Menanti Ajakan Sandiaga Buka Puasa Bersama
Sandiaga: Hukum Jangan Tajam ke Pengkritik Tapi Tumpul ke Penjilat
Gerindra Tak Paksa Demokrat Tetap Dalam Koalisi Prabowo
Kronologi Terungkapnya Ribuan Formulir C1 Palsu di Pemilu 2019