Gempa Susulan Masih Guncang Sangihe, BMKG Catat 15 Kali dalam Semalam
BMKG mencatat 15 gempa susulan mengguncang Tahuna, Kepulauan Sangihe, dengan magnitudo 3,8 hingga 4,9. Seluruhnya tidak berpotensi tsunami.
Aktivitas gempa susulan masih terjadi di wilayah Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 15 gempa susulan mengguncang kawasan tersebut sejak Senin malam hingga Selasa dini hari.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi BMKG, rentetan gempa terjadi sejak pukul 22.00 WIB dengan kekuatan berkisar antara magnitudo 3,8 hingga 4,9.
Mengutip Antara, Selasa (9/6/2026), gempa terbaru tercatat bermagnitudo 4,1 dengan pusat berada pada koordinat 5,45 Lintang Utara dan 125,40 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer.
BMKG memastikan seluruh gempa susulan yang tercatat sejauh ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Magnitudo Berkisar 3,8 hingga 4,9
Data BMKG menunjukkan aktivitas seismik masih berlangsung di sekitar wilayah Kepulauan Sangihe pascagempa kuat yang terjadi sebelumnya di Laut Sulawesi.
Meski sejumlah gempa memiliki kekuatan mendekati magnitudo 5, BMKG menegaskan hasil pengolahan data yang disampaikan merupakan informasi awal yang mengutamakan kecepatan.
Karena itu, parameter gempa yang telah diumumkan masih dapat mengalami perubahan seiring masuknya data tambahan dari jaringan pemantauan gempa.
Gempa M5,3 Terjadi Sebelumnya
Sebelumnya, Kabupaten Kepulauan Sangihe juga diguncang gempa bermagnitudo 5,3 pada Senin malam sekitar pukul 21.53 WIB atau 22.53 WITA.
Menurut BMKG, gempa tersebut berpusat di koordinat 5,65 Lintang Utara dan 124,80 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Titik gempa berada sekitar 239 kilometer dari Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga kini, pemantauan aktivitas gempa di wilayah Sulawesi Utara masih terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut.