Geledah kantor PAL Indonesia, KPK sita duit rupiah dan dolar
Geledah kantor PAL Indonesia, KPK sita duit rupiah dan dolar. Febri belum bisa memastikan total uang yang disita dari tiga lokasi penggeledahan tersebut. Dia mengaku, sampai saat ini uang masih dihitung.
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor PT PAL Indonesia di Jakarta dan Surabaya serta PT Pirusa Sejati yang berlokasi di Jakarta, Sabtu (1/4). Penggeledahan dilakukan dalam rangka mengusut kasus dugaan dugaan suap penjualan dua unit kapal Perang SSV produksi PT PAL Indonesia dengan Pemerintah Filipina.
Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan dari hasil penggeledahan itu penyidik menyita uang ratusan juta rupiah dan ribuan USD. "Terdapat pecahan dengan nilai sekitar ratusan juta rupiah dan ribuan dollar Amerika Serikat," kata Febri saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (3/4).
Kendati begitu, Febri belum bisa memastikan total uang yang disita dari tiga lokasi penggeledahan tersebut. Dia mengaku, sampai saat ini uang masih dihitung. "Jumlah total sedang dihitung," ujar dia.
Dikatakan dia, tiga lokasi yang digeledah yakni, kantor PT PAL di daerah Tanah Abang, Jakarta, kantor PT PAL di Surabaya, dan terakhir kantor PT Pirusa Sejati di MTH Square, Jakarta. Selain uang, dari penggeledahan itu penyidik juga ikut menyita sejumlah dokumen terkait dugaan suap yang menjerat Direktur Utama PT PAL Indonesia Muhammad Firmansyah Arifin tersebut.
"Dari penggeledahan di Jakarta dan Surabaya disita sejumlah dokumen dan uang," pungkas Febri.
Baca juga:
Kasus dugaan suap kapal perang Filipina, KPK bawa Dirut PT PAL
Dirut PT PAL dibawa KPK sejak Kamis malam
KPK tetapkan 4 tersangka kasus suap pembelian kapal perang Filipina
KPK ketahui lokasi Direktur Keuangan PT PAL di luar negeri
Wajah malu pejabat PT PAL terjerat kasus suap kapal perang