Gedung IGD RSUD AW Sjahranie retak, pasien & alat medis diungsikan
Sekuriti rumah sakit mengosongkan gedung IGD, dan menutup ruang masuk gedung IGD menggunakan spanduk raksasa. Di dalam gedung itu tertera larangan siapa pun, mengambil gambar keretakan. Meski, foto-foto keretakan sudah menyebar luas ke media sosial.
Bangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Abdul Wahab Sjahranie di Jalan Palang Merah, Samarinda, Kalimantan Timur, mengalami retak-retak. Seketika peristiwa itu bikin panik perawat dan pasien. Layanan IGD akhirnya diungsikan ke perawatan pasien di Paviliun Sakura.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 20.30 Wita, Jumat (16/2) malam tadi. Di tengah kesibukan perawat dan tenaga medis menangani pasien, mereka dikejutkan dengan keretakan gedung IGD.
Keterangan didapat, perawat mengevakuasi pasien ke Sakura, meski tidak semua peralatan IGD, bisa dipindah ke Sakura. Satu per satu ranjang pasien juga dibawa ke gedung Paviliun Sakura. Kursi roda pun digunakan untuk memindahkan alat-alat.
Sekuriti rumah sakit mengosongkan gedung IGD, dan menutup ruang masuk gedung IGD menggunakan spanduk raksasa. Di dalam gedung itu tertera larangan siapa pun, mengambil gambar keretakan. Meski, foto-foto keretakan sudah menyebar luas ke media sosial.
Pantauan di lokasi, tidak kurang 5 aparat Polsekta Samarinda Ulu, mendatangi pos sekuriti sekira pukul 00.13 Wita, Sabtu (17/2) dini hari tadi. Mereka menanyai petugas sekuriti, terkait insiden keretakan gedung, hingga kepanikan pasien dan perawat.
Pengamatan merdeka.com, terlihat jelas keretakan di dinding lantai 2 dari 3 lantai bangunan IGD. Sejumlah peralatan medis masih berada di gedung IGD.
Dari halaman parkir RSUD AW Sjahranie, merdeka.com mencoba mengkonfirmasi Humas RSUD AW Sjahranie terkait peristiwa itu, namun ponselnya sedang tidak aktif.
Sementara, Direktur RSUD AW Sjahranie Samarinda dr Rachim Dinata Marsidi yang sedang berada di luar saat dikonfirmasi merdeka.com jelang tengah malam tadi membenarkan peristiwa itu. "Iya benar. Kami khawatir (keretakan) berlanjut, sementara layanan IGD, dipindahkan (ke Sakura)," kata Rachim.
Rachim belum tahu persis penyebab keretakan rumah sakit terbesar di Kalimantan Timur itu. Menurut dia, tim dari Dinas Pekerjaan Umum, akan melakukan pengecekan. "Tim PU akan melakukan audit. Akan dilihat, kalau tidak ada apa-apa, akan kembali lagi ke gedung IGD," ujar Rachim.
Baca juga:
Layanan IGD RSUD AW diungsikan karena gedung retak, keluarga pasien bingung
Loteng kelas roboh, puluhan siswa tertimpa, 1 guru dilarikan ke RS
Jalur aman pascatembok underpass ambrol, KA Bandara beroperasi lagi malam ini
Ngeri, gedung di Taiwan ini miring usai diguncang gempa 6,4 SR
Banyak proyek infrastruktur roboh, Ombudsman pertimbangkan lakukan investigasi