LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gara-gara papasan mobil di gang, sopir truk tabung gas dikeroyok

Muhammad Jufrani (43), sopir truk pengangkut elpiji 3 kg yang tinggal di Jalan Pangeran Antasari, babak belur dihajar sejumlah orang tak dikenal, usai mengantar 110 tabung elpiji di kawasan Palaran. Polisi tengah memburu para pelaku pengeroyokan.

2018-06-19 21:02:00
penganiayaan
Advertisement

Muhammad Jufrani (43), sopir truk pengangkut elpiji 3 kg yang tinggal di Jalan Pangeran Antasari, babak belur dihajar sejumlah orang tak dikenal, usai mengantar 110 tabung elpiji di kawasan Palaran. Polisi tengah memburu para pelaku pengeroyokan.

Peristiwa itu terjadi Senin (18/6) sore kemarin, sekitar pukul 17.30 Wita. Jufrani, baru saja menurunkan muatan elpiji ke pangkalan elpiji di Jalan Adi Sucipto, Palaran, dan hendak pulang.

Pangkalan elpiji itu sendiri berada di dalam gang. Saat itu, ada mobil yang hendak keluar gang. Jufrani pun, memundurkan truk keluar gang, sementara mobil itu mengarah keluar gang.

Advertisement

"Gara-garanya (mobil) karena kurang bersabar saja. Kan saya juga sudah mau pulang. Tiba-tiba ada orang-orang tidak saya kenal datang mengeroyok saya ada lebih 5 orang," kata Jufrani, ditemui merdeka.com, di rumahnya, Selasa (19/6) siang.

Sempat terlihat oleh Jufrani, beberapa di antara pelaku membawa senjata tajam badik. Bahkan di antaranya, menimpukkan batu ke sekitar pipi sebelah kanannya.

"Pemilik pangkalan elpiji yang selamatkan saya. Saya tidak begitu sadar lagi, langsung dibawa ke Puskesmas kemudian ke rumah sakit Dirgahayu," ujar Jufrani.

Advertisement

Jufrani mengalami luka di lengan kanan dan memar di pipi dan mata kanannya. "Pagi tadi lapor resmi ke Polsek Palaran. Nggak, saya nggak kenal dengan para pelaku itu," terang Jufrani.

Jufrani sendiri, sudah sejak lama rutin mengantar elpiji ke pangkalan di Palaran, sekali tiap pekannya. "Rutin antar elpiji. Tapi kemarin saja saya nahas Pak," ungkap Jufrani.

"Saya mau tahu pelakunya siapa, dan apa motifnya. Saya sendiri tidak kenal pelakunya. Diajak damai pun saya tidak mau," tegas Jufrani.

Polsek Palaran memang telah menerima laporan itu. Malam tadi, sejumlah orang warga setempat dimintai keterangan. Namun disayangkan, warga mengaku tidak mengenal para pelaku pengeroyokan.

"Pagi tadi laporan resminya. Kita minta keterangan sejumlah orang malam tadi, pada nggak kenal. Kasus ini masih kita lidik," kata Kapolsek Palaran Kompol Andrias Nurcahyo.

Baca juga:
Pemuda di Sukabumi tewas dikeroyok usai wanita diajak kencan digilir tiga temannya
Buntut penusukan di Depok, TNI AD minta prajurit tahan diri
Kapendam Jaya soal pengeroyokan polisi: Kalau terbukti TNI kita tindak tegas
Kesal tak diberi THR, Ormas ngamuk di kantor Dinas PUPR & pukul staf
Bising knalpot berujung pengeroyokan, Jasmani babak belur

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.