Gara-gara kelas gaduh, murid pesantren di Pekanbaru ditonjok guru
Polisi masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan korban dan beberapa orang saksi.
Sy, seorang guru di salah satu pesantren di Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, tega menonjok muridnya hingga memar. Tindakan tak terpuji itu dipicu masalah sepele. Korban berinisal MR dinilai tidak bisa menjaga keamanan kelas sehingga menjadi gaduh.
Tak hanya memukul, Sy juga mendorong siswa berusia 12 tahun di pesantren yang setara dengan Sekolah Menengah Pertama itu hingga ke depan papan tulis. Tak puas sampai di situ, guru mata pelajaran matematika tersebut menggiring murid ini ke luar ruang kelas sambil marah-marah.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo mengatakan, peristiwa itu terjadi karena guru itu kesal lantaran MR, tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai ketua keamanan kelas. Proses belajar mengajar jadi terganggu akibat kegaduhan itu.
Tak terima, korban ditemani orang tuanya melapor ke Polresta Pekanbaru atas tuduhan penganiayaan. Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
"Laporan sudah kita terima. Kita masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan korban dan beberapa orang saksi," ujar Guntur.
Baca juga:
Dalam semalam, 2 wanita kafe di Jembrana dipukuli kekasih
Ngaku tonjok Kevin, Ganindra Bimo tak minta maaf sampai bersujud
Gara-gara menegur, anggota Polresta Pekanbaru pingsan dipukuli
Tak mau kalah, Ganindra Bimo laporkan balik korban pemukulan
Duel karena istri nyaris diperkosa, Ali jadi buronan
Mobil senggolan, suami artis FTV adu jotos di jalan
Setelah pukul Kevin, Ganindra Bimo sujud agar tak dilaporkan polisi