Gara-gara Alkes, Mekior 2 kali coba bunuh keluarga dan diri sendiri
Dia terpaksa diamankan polisi. Dia mengaku merasa diburu seseorang.
Lantaran merasa hidupnya dalam ancaman, Mekior Bai (48 tahun), lelaki asal Dusun Detuburo, Kelurahan Ungu, Kecamatan Detukeli, Ende, NTT nekat hendak menghabisi nyawa istri dan dua anaknya, lalu bunuh diri. Perbuatan itu dia lakukan menggunakan gunting di atas Kapal Motor (KM) Bukit Raya bertolak dari Pontianak, Kalimantan Selatan menuju Surabaya, Jawa Timur.
Namun, tindakan Mekior berhasil digagalkan oleh penumpang kapal lain dan menyita guntingnya. Saat tiba di Surabaya, Mekior, dan istrinya, Grasiana Meso (35 tahun), serta dua anaknya bermalam di sebuah penginapan yang ada di sekitar Terminal Gapura Surya, Pelabuhan Tanjung Perak, Minggu (24/5).
Saat berada di penginapan, pegawai perkebunan di Pontianak ini mengaku mendapat pesan pendek dari Alkes, rekan kerjanya di perkebunan milik PT Ceria Prima. SMS itu berisi kalimat berbahasa Ende, yang artinya, 'Meski kamu lari bersembunyi di Surabaya, orang-orang saya yang ada di Surabaya akan mencari kamu.'
"Dapat SMS itu, pikiran saya buntu. Saya mau kasih mati saja. Biar istri dan anak saya punya selamat. Di Surabaya saya tetap dikejar sama orang nama Alkes," kata Mekior saat ditangkap di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (25/5).
Mekior juga mengaku tidak pernah punya masalah dengan orang lain. Tetapi entah kenapa dia mendapat ancaman akan dibunuh. "Saya tidak tahu punya salah apa sama Alkes, tapi saya dikejar-kejar mau dibunuh," lanjut Mekior.
Senin siang, Mekior dan Grasiana ke luar penginapan dan membeli sebilah pisau bekas penjual gado-gado di sekitar Terminal Gapura Surya. Saat hari menjelang sore, tepat berada di depan Kantor Pelindo III berada tak jauh dari Terminal Gapura Surya, Mekior kembali melakukan percobaan bunuh diri dengan menggorok lehernya dengan pisau yang dibelinya seharga Rp 5000 itu.
"Sekarang pun saya tidak masalah dikasih mati, asal keluarga saya selamat," kata Mekior di depan penyidik di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak.
Sayangnya, upaya bunuh diri Mekior ini kembali digagalkan petugas berada di sekitar lokasi pelabuhan. Mekior, istri dan dua anaknya lantas diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak.
"Jadi, dia ini mengaku dapat ancaman dari orang bernama Alkes, yang sama-sama bekerja di perkebunan Pontianak. Kemudian dia lari bersembunyi di Surabaya, tapi ngakunya masih dikejar sama orang-orangnya Alkes di Surabaya. Dia kalut, kemudian ingin bunuh diri," kata Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Lily Djafar.
Saat ini, petugas masih melakukan pendalaman atas kasus tersebut. "Kita masih dalami kasusnya. Kita tidak akan melepaskan mereka (Mekior, istri dan anaknya) dulu, biar tenang. Takutnya, kalau kita lepas sekarang nanti akan terjadi apa-apa," kata Lily.(mdk/ary)