LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ganjar Pranowo Bakal Bawa ke Jalur Hukum Pengguna SKD 'Aspal' Saat PPDB 2020

Ganjar mengungkapkan, berdasarkan laporan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, banyak calon siswa yang menggunakan SKD, khususnya di beberapa sekolah favorit di Provinsi Jateng.

2020-06-23 23:06:00
Ganjar Pranowo
Advertisement

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, akan memproses hukum masyarakat yang terbukti menggunakan surat keterangan domisili (SKD) asli tapi palsu saat mengikuti tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK 2020. Ganjar meminta anak buahnya benar-benar melakukan pengecekan syarat yang diajukan.

"Soal SKD ini, saya minta dicek secara serius mulai sekarang. Saya ingatkan, tolong jangan ajari anak kita untuk tidak jujur. Jangan gunakan SKD 'aspal' karena dia tidak tinggal di situ, bukan tidak mungkin kalau ini masif, saya gandeng kepolisian dan penegak hukum karena ini termasuk pemalsuan data," katanya di Semarang. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (23/6).

Ganjar mengungkapkan, berdasarkan laporan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, banyak calon siswa yang menggunakan SKD, khususnya di beberapa sekolah favorit di Provinsi Jateng.

Advertisement

Terkait dengan hal itu, dirinya meminta Disdikbud Jateng untuk mengerahkan semua guru yang ada di wilayah setempat melakukan validasi dan verifikasi, termasuk diminta menggandeng Disdukcapil untuk memastikan kebenaran SKD itu.

"Didata berapa pendaftar yang pakai SKD, cek semuanya dengan benar. Gandeng Disdukcapil untuk melakukan 'cleansing' data agar ini benar-benar akurat," ujarnya usai rapat evaluasi PPDB di ruang kerja gubernur.

Tidak hanya soal SKD, Ganjar juga mewanti-wanti terkait dengan adanya penggunaan sertifikat kejuaraan palsu sehingga pihaknya meminta Disdikbud Jateng jeli dan teliti dalam proses validasi serta verifikasi data-data pendaftar.

Advertisement

"Kalau ditemukan, jangan segan untuk langsung mencopot. Karena ini soal integritas," ucap Ganjar menegaskan.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Jateng Provinsi Jateng, Jumeri, menambahkan penggunaan SKD banyak terjadi di sekolah-sekolah yang masih dipandang favorit dan pihaknya menegaskan akan melakukan pengecekan dengan teliti terkait kebenaran SKD itu.

Ia memastikan bahwa semua pendaftar yang menggunakan SKD akan dicek kebenarannya dan juga telah rapat dengan seluruh jajaran kepala sekolah se-Jateng terkait pengecekan ini.

"Nanti seluruh guru akan ditugaskan melakukan pengecekan. Tak hanya SKD, tapi juga persyaratan lain termasuk sertifikat kejuaraan," tuturnya.

Baca juga:
Geruduk Balai Kota, Ratusan Orangtua Protes Kriteria Usia di Seleksi PPDB
Kemendikbud Sebut PPDB Berdasarkan Usia di Jakarta Sudah Sesuai Aturan
Kemendikbud Sebut Kriteria Usia di PPBD DKI Sudah Sesuai Aturan
Orang Tua Murid Keluhkan PPDB Online, Menko Muhadjir Sebut Persoalan Klasik
Server Sempat Bermasalah di Hari Pertama Pendaftaran Online PPDB Jateng
Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.