Gandeng Gavi, RI Mau Datangkan 54 Juta Vaksin Covid-19 untuk Lansia
Budi menyatakan, vaksin Gavi bisa diperuntukkan untuk mereka yang sudah berusia lanjut. Hal ini menjadi titik terang, bahwa nantinya rakyat Indonesia dari segala kalangan bisa mendapatkan vaksin.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, Indonesia melakukan kerjasama dengan Gavi, organisasi internasional bidang kesehatan, untuk menambah jumlah dosis vaksin Covid-19. Menurut dia, hal ini tercipta berkat kerjasama multilateral yang dilakukan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
"Ibu Menlu kerjasama multilateral kita dengan Gavi kelihatannya akan menghasilkan keputusan yang baik, diharapkan bahwa minimal 54 juta dosis, maksimal bisa menjadi 108 juta dosis vaksin gratis bisa kita dapatkan dari Gavi," kata Budi dalam jumpa pers di Kantor Sekretariat Presiden, Jakarta, Senin (11/1).
Budi menambahkan, saat ini Indonesia sedang memilih vaksin yang nantinya menjadi kerjasama dengan GAVI. Sebab diketahui, ada beberapa pilihan vaksin, seperti AstraGeneca, Pfizer, Novavax dan Moderna.
"Kami sekarang lagi berdiskusi juga berdiskusi dengan pak Menko jenis apa yang mau kita mau ambil," jelas dia.
Budi menyatakan, vaksin Gavi bisa diperuntukkan untuk mereka yang sudah berusia lanjut. Hal ini menjadi titik terang, bahwa nantinya rakyat Indonesia dari segala kalangan bisa mendapatkan vaksin.
"Bapak Ibu ini (vaksin) bisa diberikan di atas usia 60 tahun, karenanya kita mau ambil vaksin ini," kata dia.
Baca juga:
Menkes: 15 Juta Bahan Baku Vaksin Covid-19 akan Datang Besok
Ridwan Kamil Sentil Video Nakes Purwakarta Viral Tolak Vaksin Covid-19
Menkes: Vaksinasi Covid-19 Tidak akan Dilakukan Sebelum Persetujuan BPOM Keluar
Menkes: Vaksinasi Covid-19 Rabu, Dimulai dari Presiden Jokowi
Tim Riset Sebut Vaksin Bukan Hanya Melindungi Diri Sendiri Tetapi Keluarga
Petugas Pemakaman Covid-19 Perlu Diprioritaskan untuk Divaksinasi