Gajah Yani mati, bukti pengelola Bonbin Bandung tak profesional
Yani mati di usia 34 setelah beberapa hari sebelumnya terkulai lemas namun tak dicek kesehatannya.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jabar, Sylvana Ratna menyebut, Kebun Binatang Bandung yang dikelola Yayasan Margasatwa Tamansari tidak profesional. Terbukti ketika salah satu satwanya, Gajah Sumatera bernama Yani, mati, lantaran tidak terurus.
Yani mati Rabu (11/5) petang usai selama sepekan terkulai lemas di atas jerami yang hanya ditutup terpal. Gajah Sumatera itu sejak sakit tidak ada dokter yang menangani.
"Ini tidak profesional pengelola sangat tertutup," kata Sylvana di pintu I, Kebun Binatang Bandung, Kamis (12/5).
Ketidakprofesionalan itu jelas terlihat ketika selama satu tahun lamanya, Kebun Binatang Bandung tidak memiliki dokter tetap. Artinya kesehatan hewan tidak diperhatikan.
"Kewajiban itu harusnya menyediakan dokter hewan. Sudah setahun enggak ada," terangnya.
Yani yang mati di usia 34 tahun ini tengah diambil tindakan autopsi oleh tim dokter gabungan di antaranya dari Taman Safari, Dinkes Jabar, dan Balai Veteriner Subang. Proses autopsi dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan diperkirakan berakhir pukul 12.00 WIB.
Selama autopsi kawasan Kebun Binatang Bandung steril dari pengunjung dan wartawan. Papan pengumuman ditutup sementara juga dipampang lewat selebaran kertas yang ditempel di setiap gerbangnya.
Baca juga:
Yani, gajah mati di Kebun Binatang Bandung diautopsi
Gajah Yani sekarat, Ridwan Kamil kecewa pada Kebun Binatang Bandung
Yani, gajah di Kebun Binatang Bandung kini sedang sekarat
Gajah Yani dan wacana taman satwa yang berperikebinatangan