Gajah di Aceh Mati Diduga Terjangkit Virus
Anak gajah jinak bernama Intan Setia tersebut ditemukan mati di kawasan koridor Trumon yang berjarak kurang lebih 600 meter dari CRU.
Seekor anak gajah berusia empat tahun mati di Conservation Response Unit (CRU) Trumon, di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Gajah itu mati diduga terjangkit virus.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto mengatakan gajah itu mati pada Rabu (30/6) lalu.
Anak gajah jinak bernama Intan Setia tersebut ditemukan mati di kawasan koridor Trumon yang berjarak kurang lebih 600 meter dari CRU.
"Tidak ditemukan adanya tanda-tanda tindak kekerasan di seluruh bagian tubuh satwa. Tim medis menduga kematian anak gajah disebabkan oleh virus Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV)," katanya dikonfirmasi Merdeka.com, Senin (5/7).
Agus menjelaskan, untuk mencari titik terang dari dugaan awal anak gajah mati karena benar terserang virus tersebut, tim dokter hewan BKSDA Aceh dan dokter hewan PKSL-Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH-USK) sudah mengambil sampel beberapa organ tubuh gajah.
"Nantinya, organ tubuh dari hasil nekropsi atau bedah bangkai ini akan diperiksa di laboratorium," tutupnya.
Baca juga:
Pria Paruh Baya Meninggal Usai Diinjak Gajah Liar
Puluhan Satwa Lindung Hasil Sitaan di Jateng Dikirim ke Papua dan Maluku
Jual Satwa Dilindungi, Dua Orang Dicokok Polisi
Polisi Buru Sindikat Perdagangan Harimau di Bengkulu
Pelepasan Jala Si Orangutan ke Alam Liar Kalimantan
Gajah Betina Berusia 45 Tahun Ditemukan Mati di Pelalawan