Fredrich Yunadi bantah pesan kamar buat Setya Novanto sebelum kecelakaan
Fredrich Yunadi membantah melakukan pemesanan kamar VIP di rumah sakit Medika Permata Hijau untuk Setya Novanto sesaat sebelum kecelakaan terjadi. Dia mengatakan, kedatangannya ke rumah sakit itu hanya melakukan pemeriksaan fisik.
Fredrich Yunadi membantah melakukan pemesanan kamar VIP di rumah sakit Medika Permata Hijau untuk Setya Novanto sesaat sebelum kecelakaan terjadi. Dia mengatakan, kedatangannya ke rumah sakit itu hanya melakukan pemeriksaan fisik.
"Enggak. Saya enggak ada kepentingan, saya kan tujuannya untuk survei," ujar Fredrich saat memberikan keterangan sebagai saksi atas terdakwa Bimanesh Sutarjo pada sidang kasus perintangan penyidikan korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (4/5).
Awalnya, Fredrich merekomendasikan Bimanesh Sutarjo, dokter spesialis penyakit dalam pada rumah sakit Medika Permata Hijau, kepada Novanto. Sebab, terpidana korupsi proyek e-KTP itu mengeluhkan hipertensinya tak kunjung stabil. Fredrich kemudian menghubungi Bimanesh dan menceritakan keluhan Novanto.
Menurut Fredrich, Bimanesh menyanggupi pemeriksaan Novanto dan merekomendasikan rumah sakit tempat Bimanesh praktik. Ada dua pilihan saat itu, rumah sakit Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur dan Medika Permata Hijau, Jakarta Barat.
Tempat terdekat dari Fredrich kemudian dipilih Bimanesh. Mengingat latar belakang Setya Novanto sebagai pejabat negara, Bimanesh menanyakan standart kelayakan Novanto kepada Fredrich.
"Ini bukan rumah sakit besar, poli klinik nya juga kecil apa klien bapak mau ke rumah sakit itu. Oh begini saja, saya suruh orang survey kesitu foto-foto nanti tak sampaikan ke Setya Novanto," kata Fredrich.
"Jadi anda bukan untuk pesan kamar?" tanya Ketua Majelis Hakim Saifudin kepada Fredrich.
"Untuk apa saya pesan kamar?" jawab Fredrich.
Dia juga membantah bertemu dengan dokter jaga Instalasi Gawat Darurat, Michael Chia Cahaya satu mendatangi rumah sakit. Bahkan ia menyebut dokter Michael seperti mimpi siang bolong.
"Dokter Michael pernah bertemu anda di IGD?" tanya Hakim Saifudin.
"Itu mimpi di siang bolong. Waktu saya kesana tidak ada dokter jaganya, katanya sedang istirahat," ujar Fredrich.
Baca juga:
Fredrich Yunadi: Alhamdulillah saya diberi gelar pengacara bakpao
Saat kecelakaan, Novanto dibawa ke RS oleh politisi Golkar Aziz Samual
Setya Novanto mengaku kenal Fredrich Yunadi usai menonton di bioskop
Merasa disudutkan JPU KPK, Fredrich Yunadi diminta hakim jangan baper
Fredrich pernah minta diperlihatkan dan memfoto resume medis Novanto di RS Jatinegara