FOTO: Mengenang Pertempuran Laut Terbesar PD II di Laut Jawa
Peringatan 84 tahun Pertempuran Laut Jawa digelar khidmat di Ereveld Kembang Kuning, Surabaya, Jumat 27 Februari 2026.
Suasana hening menyelimuti Ereveld Kembang Kuning di Surabaya, Jawa Timur, Jumat 27 Februari 2026. Sejumlah warga dan perwakilan lembaga meletakkan bunga mawar di pusara para prajurit dalam prosesi peringatan 84 tahun Pertempuran Laut Jawa. Tabur bunga dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para anggota Angkatan Laut Sekutu yang gugur dalam pertempuran melawan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada 27 Februari 1942.
Peringatan berlangsung khidmat di kompleks makam kehormatan tersebut. Seorang pria tampak meletakkan bunga di monumen Karel Doorman, komandan armada Sekutu dalam pertempuran itu. Upacara ini menjadi momen refleksi atas salah satu pertempuran laut terbesar dalam sejarah Perang Dunia II di kawasan Pasifik yang terjadi di perairan Indonesia.
Pertempuran Laut Jawa mempertemukan dua kekuatan besar, yakni armada Sekutu yang tergabung dalam komando Amerika-Inggris-Belanda-Australia dan armada Jepang. Pertempuran tersebut tercatat sebagai salah satu konfrontasi laut terbesar di Asia Tenggara pada masa perang. Dalam peristiwa itu, pasukan Sekutu mengalami kekalahan setelah menghadapi serangan intensif dari armada Jepang.Sekitar 2.300 pelaut dilaporkan gugur dalam pertempuran tersebut. Salah satu kapal utama yang tenggelam adalah HNLMS De Ruyter, yang turut membawa komandan armada Sekutu.
Kekalahan ini membuka jalan bagi pendaratan pasukan Jepang di Pulau Jawa pada 1 Maret 1942. Kemenangan Jepang dalam pertempuran tersebut menjadi titik penting dalam rangkaian peristiwa yang berujung pada runtuhnya pemerintahan Hindia Belanda. Peristiwa itu sekaligus menandai awal pendudukan Jepang di wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.