FKUB Banjarbaru Ingatkan: Tahukah Anda, Merusak Fasilitas Publik Saat Demo Bisa Dipidana?
Ketua FKUB Banjarbaru menyerukan masyarakat untuk tidak terprovokasi merusak fasilitas publik saat demonstrasi. Mengapa menjaga ketertiban penting bagi semua pihak?
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, melalui ketuanya Muslih, mengeluarkan seruan penting kepada seluruh elemen masyarakat. Seruan ini secara tegas mengimbau agar tidak mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan perusakan fasilitas publik saat aksi demonstrasi berlangsung. Imbauan ini disampaikan guna menjaga ketertiban dan keamanan bersama di wilayah Banjarbaru.
Muslih menegaskan bahwa meskipun demonstrasi merupakan hak setiap individu untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, aksi tersebut harus dilakukan secara bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif dan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat merugikan pihak lain. Pesan ini bertujuan untuk memastikan bahwa aspirasi dapat disampaikan dengan baik tanpa menimbulkan kerugian.
Pernyataan ini muncul setelah adanya musibah yang terjadi dalam aksi demonstrasi pada 28 Agustus 2025, yang turut disoroti oleh tokoh agama setempat. Kejadian tersebut menjadi momentum bagi FKUB Banjarbaru dan tokoh masyarakat untuk mengingatkan kembali pentingnya kedewasaan dalam menyampaikan pendapat. Hal ini juga menjadi pengingat akan dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari aksi yang tidak terkendali.
Menjaga Ketertiban dalam Demonstrasi Aman
Ketua FKUB Banjarbaru, Muslih, secara spesifik menyerukan kepada warga Kota Banjarbaru yang akan berpartisipasi dalam demonstrasi untuk tidak terpancing melakukan tindakan merugikan. Ia menekankan bahwa hak untuk berdemonstrasi harus diiringi dengan tanggung jawab menjaga ketertiban umum. Demonstrasi yang aman dan nyaman adalah kunci untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Menurut Muslih, menyampaikan keluh kesah atau aspirasi dapat dilakukan dengan cara yang baik dan damai. Hal ini akan mencegah terjadinya hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian bagi semua pihak, baik demonstran, masyarakat umum, maupun pemerintah. Pentingnya menjaga fasilitas publik merupakan cerminan dari kesadaran kolektif terhadap aset bersama.
Kebebasan berpendapat adalah pilar demokrasi, namun kebebasan tersebut memiliki batasan agar tidak melanggar hak orang lain atau merusak lingkungan. FKUB Banjarbaru berharap agar setiap aksi demonstrasi dapat berjalan tertib dan mencapai tujuannya tanpa insiden yang tidak diinginkan. Ini adalah upaya bersama untuk memastikan bahwa Banjarbaru tetap menjadi kota yang aman dan damai.
Pesan Persatuan dari Tokoh Agama dan Cinta Tanah Air
Menyikapi insiden yang terjadi, salah satu tokoh agama Kota Banjarbaru, Guru Adam, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah dalam demonstrasi tersebut. Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak. Guru Adam menekankan pentingnya untuk senantiasa mencintai tanah air Indonesia sebagai bagian dari identitas bangsa.
Guru Adam menegaskan bahwa insiden seperti ini harus dijadikan momentum untuk melakukan koreksi diri. Lebih dari itu, kejadian ini harus memperkuat tekad untuk menjalin persatuan dan kesatuan demi kemajuan bangsa. Persatuan adalah fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan dan membangun masa depan yang lebih baik.
Dalam doanya, Guru Adam berharap agar Allah SWT senantiasa menurunkan rahmat dan perlindungan kepada ibu pertiwi. Ia optimis bahwa dengan persatuan dan kesatuan, negeri ini akan tetap teguh dan damai. Pesan ini menggarisbawahi peran penting nilai-nilai spiritual dan kebangsaan dalam menjaga harmoni sosial.
Sumber: AntaraNews