Fakta Unik: Korban Gempa Situbondo Akui Sehat tapi Trauma, Gubernur Khofifah Turun Tangan Serahkan Bantuan
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi korban Gempa Situbondo, menyerahkan bantuan, dan menyoroti pentingnya penanganan trauma psikologis bagi warga terdampak. Simak langkah cepat Pemkab!
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara langsung mengunjungi dan menyerahkan bantuan kepada korban yang terdampak bencana Gempa Situbondo. Kunjungan ini dilakukan di Desa Sumberwaru, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada hari Sabtu setelah gempa bumi bermagnitudo 5,4 mengguncang wilayah tersebut.
Didampingi oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah, Gubernur Khofifah meninjau beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan parah. Fokus utama kunjungan ini adalah memastikan penanganan cepat dan tepat bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerugian materiil akibat guncangan gempa.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo berkoordinasi untuk mempercepat proses pemulihan pasca-Gempa Situbondo. Hal ini mencakup tidak hanya bantuan materiil, tetapi juga dukungan psikologis bagi para korban yang masih merasakan dampak traumatis dari peristiwa bencana alam tersebut.
Respons Cepat Pemerintah Provinsi dan Daerah
Gubernur Khofifah menekankan pentingnya penerbitan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat dalam penanganan bencana. "Jadi, setiap ada bencana, sesuai dengan undang-undang bencana dibutuhkan surat keputusan (SK) tanggap darurat, SK ini bisa memberikan respons cepat dari kedaruratan yang harus ditangani oleh pemerintah, dan kalau skalanya seperti sekarang ini adalah kabupaten," kata Gubernur Khofifah kepada wartawan di Situbondo.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan respons yang tanggap dan efektif dari pemerintah daerah dalam menghadapi situasi darurat. Setelah tahap tanggap darurat, proses selanjutnya adalah pemulihan atau recovery, yang mencakup perbaikan rumah warga serta fasilitas umum yang rusak akibat Gempa Situbondo.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, atau yang akrab disapa Mas Rio, telah menginstruksikan Kepala Pelaksana BPBD setempat. Instruksi tersebut adalah untuk segera membuat SK Tanggap Darurat guna mempercepat penanggulangan dampak Gempa Situbondo yang merusak rumah warga di empat desa di Kecamatan Banyuputih.
Pemerintah Kabupaten Situbondo juga telah menyiapkan anggaran khusus, termasuk dari Biaya Tak Terduga (BTT), untuk merehabilitasi seratusan rumah warga yang terdampak Gempa Situbondo. "Saya sudah instruksikan kepala BPBD terkait dengan SK Tanggap Darurat untuk menangani dampak dari gempa bumi ini," tegas Mas Rio.
Penanganan Trauma dan Dampak Psikologis
Selain bantuan fisik, Gubernur Khofifah juga menyoroti aspek penting penanganan psikologis korban Gempa Situbondo. Beliau menekankan perlunya tim trauma healing dan tim counseling untuk memberikan pendampingan serta dukungan moral kepada masyarakat terdampak.
"Tadi saya juga bertemu dengan korban gempa, saat ditanya mengaku sehat tapi masih merasakan trauma atas peristiwa gempa. Jadi, tim trauma healing dan counseling harus diturunkan, baik untuk anak-anak maupun untuk dewasa," ungkap Khofifah. Hal ini menunjukkan bahwa dampak psikologis seringkali tidak terlihat namun sangat memengaruhi kondisi korban bencana.
Pendampingan ini diharapkan dapat membantu korban, baik anak-anak maupun dewasa, untuk pulih dari rasa takut dan cemas yang mungkin timbul pasca-Gempa Situbondo. Upaya ini merupakan bagian integral dari pemulihan menyeluruh bagi masyarakat yang terdampak.
Data Kerusakan dan Skala Gempa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mencatat peningkatan jumlah rumah yang terdampak Gempa Situbondo. Hingga Sabtu siang, total rumah rusak mencapai 145 unit.
Kerusakan ini tersebar di empat desa di Kecamatan Banyuputih, yaitu Desa Sumberwaru, Sumberanyar, Sumberejo, dan Desa Wonorejo. Selain itu, Gubernur Khofifah bersama Bupati Rio juga meninjau dapur umum dan posko tanggap darurat gempa bumi yang didirikan di Kecamatan Banyuputih untuk melayani kebutuhan dasar para korban.
Gempa bumi yang melanda Situbondo terjadi pada Kamis (25/9) pukul 16.04 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut awalnya bermagnitudo 5,7, kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,4. Pusat gempa berada 18 kilometer tenggara laut Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, dengan kedalaman 12 kilometer, dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Sumber: AntaraNews