Fakta Unik HUT ke-80 TNI: Panglima Ajak Prajurit Kokohkan Kemanunggalan TNI Rakyat, Tampilkan Atraksi Bela Diri Militer Memukau
Dalam peringatan HUT ke-80 TNI, Panglima TNI menyerukan pengokohan Kemanunggalan TNI Rakyat, menegaskan bahwa kekuatan sejati TNI berasal dari rakyat. Simak detail upacara dan atraksi bela diri yang memukau!
Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Manado menjadi momentum penting. Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Beliau mengajak seluruh prajurit untuk senantiasa mengokohkan kemanunggalan dengan rakyat.
Ajakan ini sejalan dengan tema peringatan tahun ini, yaitu "TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju". Panglima TNI menekankan pentingnya soliditas serta kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa kekuatan utama TNI sesungguhnya bersumber dari dukungan penuh rakyat.
Dalam amanat tersebut, Jenderal TNI bintang satu itu juga mengingatkan prajurit. Mereka diminta untuk memperkokoh iman dan takwa, menjaga kehormatan diri dan satuan. Selain itu, prajurit juga harus bijak dalam menggunakan media sosial.
Memperkuat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat
Panglima TNI, melalui amanat yang dibacakan Kasdam XIII/Merdeka, secara tegas menyatakan bahwa TNI lahir dari rakyat. Kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak dapat dipisahkan dari dukungan dan kepercayaan masyarakat. Kemanunggalan TNI Rakyat menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan negara.
Soliditas antara prajurit dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan setiap tugas yang diemban TNI. Tema "TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju" bukan sekadar slogan, melainkan cerminan dari filosofi mendalam. Filosofi ini menempatkan rakyat sebagai sumber kekuatan dan tujuan pengabdian TNI.
Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto mengutip Panglima TNI, "Kekuatan TNI sesungguhnya bersumber dari rakyat." Pernyataan ini menggarisbawahi esensi hubungan simbiosis mutualisme tersebut. Prajurit diingatkan untuk selalu menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap tindakan.
Selain itu, amanat tersebut juga menyentuh aspek moral dan etika prajurit. Panglima TNI menekankan pentingnya memperkokoh iman dan takwa sebagai landasan spiritual. Prajurit juga harus menjaga kehormatan diri dan satuan, serta bijak dalam berinteraksi di media sosial.
Atraksi Pencak Silat Militer, Simbol Ketangguhan Prajurit
Usai upacara peringatan HUT ke-80 TNI, suasana Makodam XIII/Merdeka semakin meriah dengan atraksi Pencak Silat Militer (PSM). PSM merupakan bela diri khas TNI Angkatan Darat yang kini menjadi simbol ketangguhan prajurit sejati. Atraksi ini menampilkan gerakan cepat, tegas, dan terukur.
Kombinasi teknik bela diri tradisional dengan aplikasi taktis militer terlihat jelas dalam setiap gerakan. Iringan musik tradisional dan teriakan semangat menambah kesan heroik di lapangan upacara. Para prajurit berhasil memukau hadirin dengan demonstrasi kemampuan luar biasa.
Demonstrasi tersebut meliputi bela diri jarak dekat, pertarungan beregu, hingga atraksi makan beling. Ada juga pull up di bohlam dan pematahan batu batako dari ketinggian yang sangat luar biasa. Atraksi ini menunjukkan disiplin dan kekuatan fisik yang dimiliki setiap prajurit.
Pencak Silat Militer sendiri merupakan inovasi besar yang digagas oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Pada tahun 2024, beliau mencanangkan pencak silat sebagai bela diri wajib bagi seluruh personel TNI Angkatan Darat. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat karakter dan kemampuan bela diri prajurit.
Upacara peringatan HUT TNI ke-80 ini dihadiri oleh berbagai pihak penting. Hadir pula Forkopimda Provinsi Sulawesi Utara, para pejabat TNI–Polri, serta pimpinan instansi pemerintah daerah. Tokoh masyarakat dan keluarga besar TNI turut memeriahkan acara tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap TNI dan program pengokohan Kemanunggalan TNI Rakyat.
Sumber: AntaraNews