Fakta Unik: Basarnas Evakuasi Jasad Wisatawan Hanyut di Ubud, Pencarian Intensif Berakhir di Sungai
Tim Basarnas Bali berhasil mengevakuasi jasad wisatawan hanyut di Ubud, Angky Aromeo Novy Wahyudi, setelah pencarian intensif selama dua hari di Sungai Batu Dendeng. Bagaimana kronologi penemuan jasad?
Tim Basarnas Bali berhasil mengevakuasi jasad seorang wisatawan nusantara yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Batu Dendeng, Ubud, Kabupaten Gianyar. Korban bernama Angky Aromeo Novy Wahyudi (55), berasal dari Jakarta Utara, ditemukan setelah pencarian intensif selama dua hari. Insiden tragis ini bermula ketika korban jatuh ke sungai saat mengendarai sepeda motornya.
Jasad Angky Aromeo Novy Wahyudi ditemukan mengapung di aliran sungai pada Sabtu (01/11), berjarak sekitar 3,78 kilometer dari lokasi awal terjatuh. Proses evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR gabungan ini menandai berakhirnya operasi pencarian yang dimulai sejak Kamis (30/10). Penemuan ini memberikan kejelasan setelah dua hari pencarian yang penuh tantangan.
Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, di Denpasar, mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan telah diidentifikasi oleh tim inafis dan pihak keluarga. Konfirmasi ini memastikan bahwa jenazah tersebut adalah korban kecelakaan motor yang terjadi di Jembatan Sungai Batu Dendeng. Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena melibatkan Basarnas evakuasi wisatawan hanyut Ubud di tengah kondisi sungai yang cukup menantang.
Kronologi Kejadian dan Upaya Pencarian Awal
Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (30/10) sekitar pukul 18.45 Wita, ketika Angky Aromeo Novy Wahyudi jatuh ke Sungai Batu Dendeng saat mengendarai motornya di jembatan. Laporan mengenai wisatawan laki-laki yang hanyut ini diterima oleh Kantor Basarnas Bali pada Jumat (31/10) pukul 08.10 Wita. Segera setelah menerima laporan, Basarnas mengerahkan enam personel lengkap dengan peralatan pendukung untuk memulai operasi pencarian.
Tim SAR gabungan memulai penyisiran sungai sejauh dua kilometer ke arah selatan dari lokasi kejadian. Area pencarian mencakup aliran Sungai Batu Dendeng yang dikenal memiliki banyak sampah, yang menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. Meskipun upaya telah maksimal, hingga sore hari korban belum berhasil ditemukan.
Kondisi cuaca yang tidak mendukung, dengan turunnya hujan di kawasan tersebut, semakin mempersulit tim di lapangan. Oleh karena itu, pencarian pada hari pertama terpaksa dihentikan. Operasi SAR kemudian dijadwalkan untuk dilanjutkan pada keesokan harinya, Sabtu pagi, dengan harapan kondisi akan lebih baik untuk melanjutkan upaya Basarnas evakuasi wisatawan hanyut Ubud.
Proses Penemuan dan Evakuasi Jasad Korban
Pencarian kembali dimulai pada Sabtu (01/11) sekitar pukul 08.00 Wita, dengan semangat baru dari tim SAR gabungan. Tidak butuh waktu lama, sekitar pukul 08.40 Wita, sebuah penampakan mengejutkan terjadi. "Pada pukul 08.40 Wita ada yang melihat sesosok tubuh mengambang tertelungkup tersangkut di antara sampah," ujar I Nyoman Sidakarya, menjelaskan momen krusial penemuan jasad.
Jasad yang ditemukan tersebut berada pada posisi 3,78 kilometer dengan heading 175° dari lokasi awal korban terjatuh. Setelah dipastikan bahwa itu adalah jasad korban, tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi yang hati-hati. Proses ini membutuhkan koordinasi yang baik mengingat medan sungai yang cukup menantang.
Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Sanjiwani, Kabupaten Gianyar, menggunakan ambulans PMI Gianyar. Di rumah sakit, tim inafis dan pihak keluarga melakukan identifikasi lebih lanjut untuk memastikan identitas korban. Keberhasilan Basarnas evakuasi wisatawan hanyut Ubud ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi berbagai pihak.
Operasi pencarian dan evakuasi ini melibatkan berbagai unsur SAR, termasuk Kantor Basarnas, Samapta Polda Bali, Sabara Polda Bali, Pol Air Polres Gianyar, Balawista Gianyar, Polsek Ubud, Bhabinkamtibmas Desa Mas, Babinsa Desa Mas, BPBD Gianyar, PMI Gianyar, dan tim inafis. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan komitmen dalam penanganan insiden darurat di wilayah Bali.
Sumber: AntaraNews