Fakta Unik: 317 Guru Bersaing di Porsenijar Jateng 2025, Siap Melaju ke Tingkat Nasional!
Ratusan guru dari berbagai eks karesidenan di Jawa Tengah beradu bakat dan profesionalisme dalam ajang Porsenijar Jateng 2025. Siapa yang akan mewakili provinsi di kancah nasional?
Sebanyak 317 guru dari berbagai sekolah di Jawa Tengah telah mengikuti Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) tingkat provinsi. Acara bergengsi ini diselenggarakan di kampus Universitas PGRI Semarang (Upgris) pada tanggal 4 Oktober.
Porsenijar Jateng 2025 merupakan program kerja PGRI Jateng yang berlangsung selama satu hari penuh. Perhelatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025.
Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme serta menumbuhkembangkan potensi guru dalam bidang olahraga dan seni. Selain itu, ajang ini juga diharapkan dapat meningkatkan kebugaran jasmani, kesehatan mental, emosional, dan sosial para guru.
Semangat Kompetisi Guru Terbaik Jawa Tengah
Ketua Panitia Porsenijar Jateng, Mualip, menjelaskan bahwa 317 guru yang berpartisipasi terbagi dalam dua kategori utama. Sebanyak 97 orang mengikuti kompetisi olahraga, sementara 220 guru lainnya beradu kemampuan dalam kompetisi seni dan pembelajaran.
Para peserta Porsenijar Jateng 2025 berasal dari enam eks karesidenan di Jawa Tengah, yakni Banyumas, Pati, Pekalongan, Semarang, Kedu, dan Surakarta. Mereka adalah guru-guru terbaik yang telah terseleksi melalui ajang serupa di tingkat karesidenan masing-masing.
Ketua PGRI Jateng, Muhdi, menegaskan bahwa Porsenijar ini merupakan ajang untuk menghasilkan atlet dan seniman terbaik. "Karena antarkaresidenan, berarti betul-betul atlet terbaik. Selanjutnya dipertandingkan tingkat provinsi untuk menghasilkan atlet terbaik yang bisa dikirim ke (Porsenijar) tingkat nasional di Bandung," ujarnya.
Ragam Cabang Lomba: Dari Olahraga hingga Kreativitas Pembelajaran
Kompetisi olahraga dalam Porsenijar Jateng 2025 mencakup tiga cabang yang populer di kalangan guru. Cabang-cabang tersebut adalah bulutangkis, tenis meja, dan catur, yang menguji ketangkasan dan strategi para peserta.
Sementara itu, kategori seni dan pembelajaran menawarkan spektrum yang lebih luas. Guru-guru dapat menunjukkan bakat mereka dalam menyanyi solo, tari tunggal, dan paduan suara, yang menonjolkan kreativitas artistik.
Selain itu, terdapat pula kompetisi video konten kreatif dan kreativitas pembelajaran mendalam (Deep Learning). Ajang ini juga menyertakan lomba menulis cerpen (cerita pendek), mendorong guru untuk berinovasi dalam metode pengajaran dan ekspresi sastra.
Meningkatkan Profesionalisme dan Kebugaran Guru
Penyelenggaraan Porsenijar Jateng 2025 memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan profesionalisme guru. Selain itu, ajang ini juga berupaya menumbuhkembangkan potensi olahraga dan kreativitas seni guru, yang penting untuk keseimbangan hidup.
Wakil Ketua V PGRI Jateng ini menambahkan bahwa Porsenijar juga bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta kesehatan mental, emosional, dan sosial guru PGRI. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan guru memiliki kondisi prima dalam menjalankan tugasnya.
Lebih lanjut, Muhdi menekankan pentingnya kegiatan ini dalam rangka HUT ke-80 PGRI. "Dalam rangka HUT ke-80 PGRI, kami upayakan kegiatan dalam rangka peningkatan mutu guru, dan harus sehat. Makanya, kami menggelorakan semangat profesionalisme dan kesehatan guru," kata anggota DPD RI asal Jateng itu. Ajang ini juga berfungsi sebagai sarana untuk menjalin silaturahmi sesama guru anggota PGRI dan menyelaraskan program pengembangan kesenian, kebudayaan, dan olahraga PGRI.
Sumber: AntaraNews