Fakta Terbaru, Terapis Tewas di Pejaten Pasar Minggu Jaksel Pakai Identitas Palsu saat Melamar Kerja
Kepolisian menyebut RTA memakai identitas palsu milik kakaknya untuk melamar kerja sehingga usianya bukan 14 tahun melainkan 21 tahun.
Kepolisian mengungkap fakta baru kasus kematian terapis wanita berinisial RTA, yang jasadnya ditemukan di lahan kosong belakang gedung TIKI, Jalan H. Tutty Alawiyah, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (2/10). Kepolisian menyebut RTA memakai identitas palsu milik kakaknya untuk melamar kerja sehingga usianya bukan 14 tahun melainkan 21 tahun.
"Kami sampaikan di sini bahwa memang dari barang bukti yang dapat kami amankan sampai saat ini, dia (RTA) pada saat mendaftar itu diduga dia menggunakan identitas palsu," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ari Lilipaly kepada wartawan, Jakarta, Rabu (22/10).
Keluarga Diperiksa Polisi
Kepolisian masih melakukan pendalaman terkait identitas digunakan RTA saat melamar kerja tersebut. Pendalaman dengan memeriksa keluarga remaja tersebut.
"Nah ini masih kami melakukan pendalaman-pendalaman lanjutan. Terkait dengan hal itu juga kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban," pungkasnya.
Kronologi Mayat Terapis Ditemukan
Kepolisian sebelumnya masih menyelidiki kasus tewasnya seorang wanita berinisial RTA, yang di temukan di lahan kosong belakang gedung TIKI, Jalan H. Tutty Alawiyah, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/10).
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Igo Fazar Akbar menjelaskan, hasil pemeriksaan diduga korban melompat dari dari lantai lima ruko di kawasan itu. Terkait hal ini, pihaknya pun masih mendalami lebih jauh.
"Dugaan sementara seperti itu. Tapi kita masih memeriksa para saksi yang ada di TKP, baik saksi-saksi yang menemukan korban pertama kali sampai dengan saksi-saksi yang ada di sekitaran korban," kata Igo kepada wartawan, Jumat (3/10).
Terkait kejadian ini, polisi sudah memeriksa tujuh saksi, mulai dari sekuriti yang pertama kali menemukan hingga warga sekitar. Sementara itu, keluarga korban juga telah datang untuk membuat laporan polisi.
"Yang kami dapati yang bersangkutan bukan warga sekitar. Ada kakaknya (sudah datang) buat LP," ucap dia.