Fakta Mengejutkan! Penyelesaian Akhir PSMS Jadi Sorotan Usai Kalah Dramatis 0-1 dari Persekat Tegal
Pelatih PSMS Medan, Kas Hartadi, menyoroti buruknya penyelesaian akhir PSMS yang menyebabkan kekalahan dramatis 0-1 dari Persekat Tegal di laga pembuka, meski menguasai pertandingan.
PSMS Medan harus menelan pil pahit pada laga pembuka Pegadaian Championship 2025/2026 setelah takluk 0-1 dari tamunya, Persekat Tegal. Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, pada Jumat (13/9) tersebut diwarnai gol tunggal Eduard Rocky Mandosir di menit ke-95.
Kekalahan ini menjadi sorotan utama bagi tim berjuluk Ayam Kinantan, terutama karena mereka sejatinya menguasai jalannya pertandingan. Berbagai peluang emas gagal dikonversi menjadi gol, menunjukkan adanya masalah serius pada penyelesaian akhir tim.
Pelatih kepala PSMS, Kas Hartadi, secara terang-terangan menyatakan kekecewaannya terhadap performa lini serang. Ia menilai timnya kurang tenang di depan gawang lawan, sebuah faktor krusial yang harus segera diperbaiki sebelum melakoni pertandingan selanjutnya.
Sorotan Pelatih Terhadap Penyelesaian Akhir PSMS
Pelatih Kas Hartadi mengungkapkan bahwa timnya sebenarnya mendominasi jalannya pertandingan sejak awal hingga akhir. Namun, dominasi tersebut tidak sejalan dengan hasil akhir karena buruknya efektivitas di depan gawang.
"Jadi kami memang menguasai jalannya pertandingan. Sampai akhir, kami banyak peluang. Banyak peluang, tapi ini finishing touch-nya yang kurang tenang di depan gawang," ujar Kas Hartadi dalam jumpa pers pasca-pertandingan.
Ia menambahkan bahwa kelengahan di menit-menit akhir pertandingan juga menjadi faktor kekalahan. "Terakhir, kita di tiga menit menjelang selesai pertandingan, kita semua pengen pas menyerang, menyerang. Jadi lupa di pertahanan. Dia (Persekat) peluang hanya satu itu, satu masuk. Kami banyak peluang, tapi gagal," tambahnya, menyoroti gol tunggal Persekat yang tercipta di penghujung laga.
Strategi Pergantian Pemain dan Kondisi Fisik
Dalam pertandingan tersebut, dua pemain menyerang PSMS yang berpotensi merepotkan pertahanan lawan, Felipe Cadenazi dan Rifal Lastori, tidak dimainkan sejak awal. Keduanya baru masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.
Kas Hartadi menjelaskan bahwa keputusannya ini didasari oleh kondisi fisik kedua pemain. Felipe Cadenazi disebutnya sedang mengalami masalah otot hamstring, yang membuatnya tidak bisa tampil penuh. Sementara itu, Rifal Lastori baru tiba pada malam sebelum pertandingan, sehingga kondisi fisiknya belum optimal untuk bermain sejak menit pertama.
Keputusan ini menunjukkan pertimbangan pelatih terhadap kebugaran pemain demi menjaga performa tim dalam jangka panjang kompetisi yang ketat.
Penerapan VAR dan Reaksi Tim
Kompetisi Pegadaian Championship musim ini memperkenalkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) untuk semua pertandingan. Gol yang dicetak oleh Eduard Rocky Mandosir sempat mendapat tinjauan VAR sebelum akhirnya disahkan oleh wasit.
Menanggapi penggunaan VAR, Kas Hartadi menunjukkan sikap profesional. "Masalah VAR mungkin kita berpendapat bahwa pada akhirnya itu tetap keputusan wasit. Kita juga profesional saja. Keputusan wasit, apa pun ini kita terima," katanya, menegaskan bahwa timnya menerima keputusan yang diambil wasit.
Mantan pelatih Persik Kediri dan Dewa United itu juga menepis anggapan bahwa timnya dilanda rasa gugup. "Yang pasti laga pertama memang sulit semua. Semua kita juga hati-hati. Sebetulnya kita di menit-menit akhir, kita akan bikin jadi gol. Tapi menit akhir itulah yang bikin kita kecolongan. Kalau masalah nervous-nya, istilahnya gak nervous. Semua pertandingan pertama itu akan sulit," jelasnya, menganggap kesulitan di laga perdana adalah hal yang wajar.
PSMS Medan akan segera mempersiapkan diri untuk pertandingan Championship selanjutnya. Mereka dijadwalkan melawat ke markas PSPS Pekanbaru pada Sabtu (20/9) mendatang, dengan harapan dapat memperbaiki penyelesaian akhir PSMS dan meraih poin penuh.
Sumber: AntaraNews