Fakta Menarik: Ribuan Massa Aksi Bela Palestina di Monas Bubar Tertib, Jalan Merdeka Barat Kembali Normal
Ribuan peserta Aksi Bela Palestina di Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, telah membubarkan diri dengan tertib pada Minggu pagi. Simak bagaimana aksi damai ini berlangsung dan dampaknya terhadap lalu lintas.
Ribuan peserta aksi membela Palestina yang bertajuk "Indonesia Lawan Genosida" telah membubarkan diri dari kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat. Pembubaran massa terjadi pada Minggu, sekitar pukul 09.45 WIB, setelah mereka mengikuti serangkaian orasi dukungan terhadap Palestina.
Aksi ini bertujuan untuk menyuarakan solidaritas dan mendesak proses gencatan senjata antara Palestina-Israel, menarik perhatian publik nasional. Setelah orasi selesai, peserta secara perlahan meninggalkan lokasi, mengakhiri kegiatan yang berlangsung damai dan tertib.
Pembubaran massa ini juga diikuti dengan tindakan positif dari para peserta yang memunguti sampah di lokasi aksi. Hal ini menunjukkan komitmen terhadap kebersihan dan ketertiban umum, sekaligus memastikan area Patung Kuda kembali bersih setelah kegiatan solidaritas tersebut.
Jalannya Aksi Damai dan Pembubaran Massa
Aksi "Indonesia Lawan Genosida" dimulai sejak pukul 06.00 WIB, menarik ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat untuk berkumpul di Patung Kuda, Monas. Para peserta, yang didominasi mengenakan pakaian putih, membawa berbagai ornamen Palestina seperti syal, topi, selendang, bendera, hingga spanduk dukungan.
Kawasan Patung Kuda hingga depan gerbang Monas dan jalan menuju MH Thamrin dipadati oleh massa, yang mengibarkan ratusan Bendera Palestina dan Bendera Merah Putih. Semangat solidaritas terlihat jelas dari antusiasme peserta yang datang dari berbagai latar belakang.
Setelah orasi dan penyampaian dukungan selesai, para peserta mulai membubarkan diri secara perlahan dan teratur. Proses pembubaran ini berlangsung lancar, menunjukkan koordinasi yang baik antara penyelenggara dan kesadaran peserta untuk menjaga ketertiban.
Pengamanan Ketat dan Pesan Solidaritas
Untuk mengawal jalannya aksi, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 1.722 personel gabungan. Personel ini berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran, memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan telah diinstruksikan untuk tidak membawa senjata api. "Seluruh personel pengamanan telah diinstruksikan untuk tidak membawa senjata api dalam menjalankan tugasnya," kata Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro.
Aksi ini dimotori oleh Aliansi Pemuda Indonesia untuk Palestina (API Palestina), yang berhasil menyelenggarakan kegiatan dengan tertib dan kondusif. "Sejauh ini, situasi di lapangan dilaporkan berlangsung tertib dan kondusif," tambah Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, mengapresiasi jalannya aksi.
Dampak Aksi terhadap Lalu Lintas
Setelah peserta aksi membubarkan diri, Jalan Merdeka Barat menuju MH Thamrin yang sebelumnya ditutup, mulai dibuka kembali untuk lalu lintas. Pembukaan akses jalan ini dilakukan secara bertahap, mengembalikan fungsi jalan seperti semula.
Pembukaan jalan ini juga sejalan dengan selesainya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang rutin digelar setiap hari Minggu di Jalan MH Thamrin hingga Jalan Sudirman. Dengan demikian, aktivitas warga dan lalu lintas di kawasan tersebut dapat kembali normal tanpa hambatan berarti.
Keberhasilan aksi dalam menjaga ketertiban dan kebersihan, serta kelancaran proses pembubaran, menunjukkan kematangan dalam menyampaikan aspirasi. Hal ini menjadi contoh positif bagi pelaksanaan aksi massa lainnya di Ibu Kota.
Sumber: AntaraNews