Fakta di Balik Kunjungan Gibran ke Korban Demo: Sempat Dikira Meninggal, Driver Ojol Ini Ternyata Selamat!
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan mendadak ke rumah sakit untuk menjenguk korban demo di Jakarta, termasuk seorang driver ojol yang sempat dikabarkan meninggal dunia. Apa yang sebenarnya terjadi?
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan mendadak ke sejumlah korban demo yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Pelni Jakarta. Kunjungan ini dilakukan pada Jumat malam, 30 Agustus 2024, menyusul bentrokan keras antara demonstran dan aparat kepolisian di ibu kota.
Kunjungan Gibran ini menjadi sorotan publik, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap dampak langsung dari demonstrasi yang memanas. Video yang beredar pada Sabtu pagi memperlihatkan Gibran berinteraksi langsung dengan para pasien di kedua rumah sakit tersebut, yang berlokasi di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.
Fokus utama kunjungan Gibran adalah menjenguk korban luka-luka yang terdampak dari insiden tersebut. Termasuk di antaranya adalah seorang pengemudi ojek online yang sempat menjadi pusat perhatian karena kabar yang simpang siur mengenai kondisinya.
Kunjungan Gibran dan Kisah Driver Ojol yang 'Hidup Kembali'
Di Rumah Sakit Pelni, Gibran Rakabuming Raka menjenguk Moh. Umar Amirudin, seorang pengemudi ojek online yang sebelumnya sempat dikabarkan meninggal dunia. Kabar tersebut ternyata tidak benar, karena Umar ditemukan dalam kondisi hidup, sadar, dan sedang menjalani perawatan intensif.
Gibran berinteraksi langsung dengan Umar, menanyakan tentang luka-luka yang dialaminya serta kronologi saat ia terjebak dalam aksi demonstrasi. Umar menjelaskan bahwa ia mengambil rute tersebut karena banyak jalan yang diblokir akibat adanya demonstrasi.
Wakil Presiden kemudian memberikan nasihat kepada Umar agar beristirahat total selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang ke rumah. Umar mengangguk setuju, dan Gibran pun menjabat tangan Umar serta keluarganya sebagai bentuk dukungan.
Korban Lain dan Insiden Tragis Barracuda
Selain Moh. Umar Amirudin, Gibran juga mengunjungi seorang pria lain di ruangan terdekat di Rumah Sakit Pelni. Pria tersebut melaporkan bahwa ia menderita cedera kepala dan pusing setelah terjebak dalam bentrokan saat dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya.
Insiden tragis yang melatarbelakangi kunjungan Gibran ini adalah bentrokan yang dimulai sejak Kamis dan kemudian meningkat menjadi konfrontasi kekerasan dengan polisi. Situasi semakin memburuk ketika sebuah kendaraan taktis Barracuda milik polisi melindas dan menewaskan Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online lainnya.
Affan Kurniawan dinyatakan meninggal dunia di RSCM pada malam itu juga. Menanggapi insiden memilukan ini, tujuh anggota polisi yang berada di dalam kendaraan Barracuda tersebut telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Mereka saat ini berada dalam penahanan dan sedang menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
Sumber: AntaraNews