LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

FAIT: Mustahil hacker bisa rekayasa hasil suara pilpres

"Proses rekapitulasi dilakukan secara manual dan tentunya tidak ada hubungannya dengan retas-meretas," kata Hotland.

2014-07-25 09:01:30
KPU
Advertisement

Ketua Umum Forum Akademisi IT (FAIT), Hotland Sitorus mengatakan mustahil bagi hackers merekayasa hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) 2014. Dia menjelaskan, rekapitulasi penghitungan suara pilpres yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara manual telah menutup peluang hackers meretas dan mengubah hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2014.

"Mustahil hackers dapat merekayasa hasil rekapitulasi penghitungan suara pilpres. Proses rekapitulasi dilakukan secara manual dan tentunya tidak ada hubungannya dengan retas-meretas," kata Hotland Sitorus dalam keterangan tertulisnya kepada merdeka.com, Jumat (25/7).

Hackers bisa saja meretas dan merekayasa Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres. Namun itu tidak berguna selama proses pemungutan suara di TPS berjalan dengan baik.

Artikel terkait Pilpres 2024 juga bisa dibaca di Liputan6.com

"Sedangkan scan model C1 yang ditampilkan di situs KPU diperuntukkan sebagai informasi bagi masyarakat. Jika scan model C1 inipun direkayasa oleh hackers tidak ada pengaruhnya terhadap perolehan suara pilpres," ujar akademisi IT dari Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat ini.

Sebagaimana diketahui, dalam tahapan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPS dan PPK, KPU tidak menggunakan model C1 hasil scan yang diunggah ke situs KPU, tetapi model C1 asli berupa dokumen fisik yang disimpan dan diawasi oleh petugas kepolisian.

"Tidak masuk akal jika ada pihak-pihak tertentu mengatakan kalau perolehan suara salah satu pasangan capres-cawapres adalah hasil rekayasa hackers. Itu pernyataan yang tidak memahami permasalahan," ujarnya.

Sebelumnya, kubu Prabowo - Hatta, Yunus Yosfiah mengatakan ada 37 hacker asal Korea Selatan dan Tiongkok yang menggelembungkan suara golput. Bahkan disebutkan pula sekitar 4 juta suara dimanipulasi. Soal tudingan ini, pihak Korea Selatan sudah membantahnya.

Baca juga:
Timses Jokowi-JK sebut KPU harus siap hadapi gugatan Prabowo
4 alasan kubu Prabowo gugat kemenangan Jokowi
Pilpres berjalan aman, Amin Nasution ucapkan apresiasi ke KPU
Belum dapat hasil rekap, kubu Prabowo-Hatta sebut KPU lalai
Jubir Prabowo-Hatta: Real count kita tidak sama dengan rekap KPU

Advertisement
(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.