Fahmi pernah salahkan ibunya karena turunkan penyakit langka
Setelah beberapa lama Fahmi akhirnya bisa menerima kondisinya. Dia pun bergabung dengan mailing list penderita DMD.
Tidak mudah bagi Fahmi untuk menerima begitu saja kondisi yang membuatnya hanya bisa beraktivitas di atas kursi roda. Saat duduk di bangku SMP, Fahmi sudah aktif mencari tahu penyakit apa yang dideritanya melalui internet.
Saat dia mengetahui penyebab penyakitnya merupakan kelainan gen yang diturunkan lewat ibunya, dia sempat marah dan menyalahkan ibu. Melihat itu sang ibu, Anik Marwati, mencoba memberikan penjelasan kepada Fahmi.
"Mas, nggak ada orang yang mau sakit, nggak ada orang yang bisa memilih dilahirkan dari orangtua yang seperti apa, kaya, miskin, ganteng, jelek, sakit atau tidak, semuanya sudah diatur Allah," Anik menirukan nasihatnya pada Fahmi.
Dia pun meminta Fahmi memasrahkan kondisinya kepada Allah dan tidak hanya menyalahkan orang lain. "Ibu ya nggak bisa disalahkan, pasrah kepada Allah, jangan takut, semua orang yang hidup akhirnya juga akan kembali ke Allah," pesannya pada Fahmi.
Setelah beberapa lama Fahmi akhirnya bisa menerima kondisinya. Dia pun bergabung dengan beberapa mailing list penderita DMD. Di sana dia mendapat banyak informasi tentang penyakitnya tersebut. Dia juga berkomunikasi dengan beberapa orangtua penderita DMD.
"Secara psikologis mungkin tertekan karena Fahmi tahu penyakitnya apa. Bahkan lebih tahu dari saya. Fahmi juga yang banyak berkomunikasi dengan dokter-dokter lewat email," ujarnya.
Adik Fahmi, Faqih juga sempat mogok tak mau sekolah setelah dia tidak bisa lagi berjalan. Duduk di atas kursi roda tanpa daya membawa dampak psikologis padanya.
"Setelah di kursi roda, Faqih nggak mau sekolah, baru setelah didatangi gurunya dan bujuk, dia mau sekolah lagi," tandas Anik.
Fahmi sendiri sudah tidak bisa berjalan sejak usia 12 tahun, sementara Faqih tidak bisa berjalan lagi saat usia 10 tahun. Sejak saat itu mereka beraktivitas dengan menggunakan kursi roda.
Baca juga:
Lumpuh tak halangi Fahmi dan Faqih cetak prestasi luar biasa
Demi biaya berobat ke India, Fahmi upload videonya ke Youtube
Setelah lulus SMA, Fahmi ingin kuliah di teknik UGM atau ITB
Mengidap penyakit langka, Fahmi dan Faqih hidup di kursi roda
Idap penyakit langka, Fahmi & Faqih cetak prestasi luar biasa