LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Fadli Zon minta Komnas HAM usut kematian wartawan di Lapas Kotabaru

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mendesak Komnas HAM mengungkap kematian M Yusuf (42), wartawan media online di Lapas Klas IIB Kotabaru, Kalimantan Selatan, 10 Juni lalu. Menurut Fadli, harus ada keberanian untuk mengungkap yang menjadi penyebab kematian M Yusuf. Terlebih kematian terjadi di dalam lapas.

2018-06-29 10:52:19
Fadli Zon
Advertisement

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mendesak Komnas HAM mengungkap kematian M Yusuf (42), wartawan media online di Lapas Klas IIB Kotabaru, Kalimantan Selatan, 10 Juni lalu. Menurut Fadli, harus ada keberanian untuk mengungkap yang menjadi penyebab kematian M Yusuf. Terlebih kematian terjadi di dalam lapas.

"Jangan sampai kebenaran itu ditutupi untuk kepentingan orang tertentu yang saya kira tentu saja merupakan satu wujud ketidakadilan bagi keluarga almarhum. Jadi harus dibongkar, mereka yang terlibat dalam penganiayaan, intimidasi atau bahkan masuk dalam kategori pembunuhan ya harus diungkap dan diberi sanksi sesuai hukum kita yang berlaku," kata Fadli Zon di Jakarta, Jumat (29/6).

Waketum Gerindra ini menilai, tugas wartawan adalah sangat mulia dan menjadi pilar demokrasi yang sangat penting.

Advertisement

"Tugas wartawan itu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari demokrasi. Karena itu wartawan harus dilindungi, termasuk dalam kondisi perang sekalipun," tegasnya.

Ditanya banyaknya awak media yang mengalami kekerasan selama pemerintahan rezim Joko Widodo, Fadli Zon mengaku sangat prihatin.

"Di media saat ini disebutkan ada 176 kalau tidak salah, wartawan yang mengalami kekerasan, intimidasi bahkan hingga meninggal dunia seperti yang dialami M Yusuf. Jika angka itu benar, kondisi ini sangat memprihatinkan. Harus dihentikan karena bertentangan dengan konstitusi kita dan semangat demokrasi itu sendiri," kata politikus Partai Gerindra ini.

Advertisement

Fadli Zon juga menyebut banyaknya wartawan yang mengalami kekerasan saat menjalankan tugas jurnalistik menambah catatan buruk bagi Presiden Joko Widodo.

"Dan saya kira ini juga mengkhawatirkan bahwa ada kecenderungan pemerintahan sekarang ini menegaskan sikap otoritarianisme kembali, setidaknya yang bisa dilihat dari sisi pers," pungkasnya.

Seperti diketahui, M Yusuf meninggal dunia di Lapas Kotabaru Kelas IIB Kotabaru pada 10 Juni lalu. Dia meninggal di tengah proses persidangan akibat pengaduan perusahaan Sawit PT Multi Sarana Agro Mandiri.

Yusuf yang menuliskan berita perampasan ratusan hektare tanah milik warga Desa Salino dan Mekarpura, Kabupaten Tanah Laut itu dijerat dengan UU ITE. Sedangkan kasus dugaan perampasan tanah warga yang diberitakan M Yusuf tak kunjung diusut kepolisian.

Warga yang tanahnya digusur sempat melakukan aksi demonstrasi di DPRD Kalsel serta mengadu ke Komnas HAM.

Namun, Ratman, warga Desa Salino yang melakukan demo di DPRD Kalsel dan Komnas HAM Jakarta itu justru dijadikan tersangka oleh Polda Kalsel dalam kasus pencemaran nama baik atas laporan PT MSAM.

Baca juga:
PWI bentuk tim pencari fakta kematian wartawan Yusuf di penjara
Dewan Pers nilai berita 'Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta' langgar kode etik
Liput bentrok suporter Persebaya dengan Persija, wartawan dikeroyok
Polisi sebut tak ada unsur pidana dalam penggerudukan kantor Radar Bogor
Anggota polisi di Palu diduga aniaya wartawan saat gelar razia
Radar Bogor digeruduk, PAN bilang 'jangan sampai jadi teror bagi pers'

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.