Fadli Zon harap Ketua MK yang baru bebas dari kepentingan politik
Selain itu, Fadli juga berharap Anwar bisa menjadi penjaga konstitusi. Sebab konstitusi tidak dapat dipermainkan.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon berharap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang baru terpilih, Anwar Usman, bisa mengembalikan marwah lembaga MK. Nantinya, kata Fadli, Ketua MK juga harus bebas dari kepentingan politik.
"Jadi harusnya itu, dia tidak boleh punya preferensi dekat dengan kelompok-kelompok tertentu, partai politik tertentu. Dia harus berada di atas semua partai politik, kelompok, golongan, dan semata-mata bekerja untuk menjaga konstitusi kita dan aturan-aturan di bawahnya sesuai dengan konstitusi kita," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/4).
Selain itu, Fadli juga berharap Anwar bisa menjadi penjaga konstitusi. Sebab konstitusi tidak dapat dipermainkan.
"Harapannya siapapun yang terpilih, Mahkamah Konstitusi ini adalah penjaga, guardian of our constitution, penjaga akhir dari konstitusi kita. Jadi tidak boleh dimain-mainkan ya," ucapnya.
Diketahui, Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman terpilih menjadi Ketua MK yang baru. Pemilihan ini berdasarkan hasil pemungutan suara yang dilakukan sembilan hakim konstitusi.
Anwar Usman meraih 5 suara. Sedangkan pesaingnya, Hakim Suhartoyo meraih 4 suara. Anwar merupakan hakim dari unsur Mahkamah Agung (MA). Untuk diketahui, 9 hakim konstitusi berasal dari 3 unsur yaitu pemerintah, DPR dan MA.
"Jadi kita sudah melihat. Berdasarkan hasil tersebut, yang mulia Anwar Usman terpilih menjadi Ketua MK masa periode 2018-2020," ucap Ketua Rapat Pleno Hakim Konstitusi Anwar Usman di Gedung MK,Jakarta, Senin (2/4).
Baca juga:
Anwar Usman terpilih jadi ketua Mahkamah Konstitusi
Anwar Usman terpilih jadi ketua MK yang baru
Hakim Maria: Terdapat rasa kecewa ketika kepercayaan pada MK dipertanyakan
Lewat voting, Anwar Usman terpilih jadi Ketua MK
KPK harap Ketua MK yang baru amanah dan tak terlibat korupsi
Pleno pemilihan Ketua MK baru, Arief Hidayat sampaikan permintaan maaf