F-16 terbakar, politikus PDIP salahkan Menhan dan Kasau
Komisi I sempat menganjurkan untuk membeli pesawat tempur F-16 blok 60 keluaran terbaru seharga USD 650 juta.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyayangkan insiden terbakarnya pesawat tempur jenis F-16 di landasan pacu Halim Perdanakusuma, Jakarta, pagi tadi. Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, pesawat tersebut memang sudah tidak layak pakai.
"Pesawat ini memang sudah tidak layak pakai. Ini pesawat buatan Amerika yang memang sudah tua usia ini. Nah pembelian pesawat ini sebelumnya sudah kami tolak matian-matian tapi kok masih dibeli," ujar Hasanudin di gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (16/2).
Dia melanjutkan, dalam rapat anggaran bersama Menhan dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Komisi I sempat menganjurkan untuk membeli pesawat tempur F-16 blok 60 keluaran terbaru seharga USD 650 juta.
"Dalam rencana strategi itu kita mau anjurkan membeli 6 buah pesawat full, seharga USD 650 juta, itu jenis F-16 blok 60 itu tercanggih. Tapi kepala staf merubah kebijakan, dia lebih memilih pesawat F-16 ini dengan harga sama dan mendapat 24 unit pesawat," jelasnya.
Purnawiran Mayjen TNI ini pun mengaku geram ketika mengetahui, bahwa pesawat F-16 murah yang kebakar tersebut akhirnya yang dipilih Menhan untuk dibeli oleh Indonesia.
"Saya lihat pesawat yang terbakar itu nomor ekornya nomor baru, berarti ini F-16 pengadaan yang terbaru, itu dulu kita tolak mati-matian, kok tetap di beli," tandasnya.
Baca juga:
TNI AU soal F16 hibah AS terbakar: Lebih baik beli baru jangan hibah
Pesawat F-16 hibah dari AS, baru 9 bulan datang sudah terbakar
Kasau: F-16 yang terbakar di Halim hibah dari AS, buatan tahun 1980
F-16 terbakar di Halim Perdanakusuma hendak atraksi depan Jokowi
Pilot pesawat F-16 TNI AU terbakar di Lanud Halim selamat
Pesawat F-16 TNI AU terbakar di Lanud Halim Perdanakusuma