Evakuasi Penumpang KMP Sembilang: SAR Tanjungpinang Berduka, Korban Meninggal Dunia
Kantor SAR Tanjungpinang melakukan evakuasi dramatis terhadap penumpang KMP Sembilang yang mengalami kedaruratan medis di perairan Batam. Sayangnya, upaya penyelamatan ini berakhir duka setelah korban dinyatakan meninggal dunia.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, baru-baru ini mengevakuasi seorang penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Sembilang yang mengalami kondisi darurat medis. Insiden ini terjadi saat kapal tengah berlayar di perairan Pulau Karas, Batam, pada Selasa malam, 8 April 2026. Upaya penyelamatan yang cepat tanggap ini melibatkan berbagai pihak, namun sayangnya tidak dapat menyelamatkan nyawa korban.
Penumpang pria bernama Ismed, 62 tahun, diketahui mengalami kedaruratan medis yang serius. Kondisi ini terjadi saat KMP Sembilang melayani rute pelayaran dari Batam menuju Kuala Tungkal. Laporan mengenai kejadian ini diterima oleh Kantor SAR Tanjungpinang dari Kapten KMP Sembilang pada pukul 18.40 WIB.
Berdasarkan keterangan awal, korban yang sedang dalam perjalanan untuk berobat penyakit kanker leher stadium empat, mengalami sesak napas. Kondisi Ismed memburuk drastis, berujung pada penurunan kesadaran sejak pukul 18.00 WIB hingga akhirnya tidak sadarkan diri sepenuhnya pada pukul 18.30 WIB.
Kronologi Evakuasi Penumpang KMP Sembilang
Merespons informasi kedaruratan medis tersebut, Kantor SAR Tanjungpinang segera bertindak cepat dengan memberangkatkan delapan personel rescuer. Tim ini menggunakan perahu Rigid Buoyancy Boat (RBB) pada pukul 18.55 WIB, langsung menuju titik koordinat kapal KMP Sembilang. Kecepatan respons menjadi kunci dalam upaya penyelamatan ini.
Selama proses menuju lokasi, koordinasi intensif terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) turut dilibatkan. Koordinasi ini bertujuan untuk menyiagakan tim medis beserta satu unit ambulans di dermaga Pelabuhan Pelantar I, guna penanganan lebih lanjut setibanya korban di daratan.
Tim SAR gabungan berhasil merapat ke lambung KMP Sembilang pada pukul 19.35 WIB. Tanpa menunda waktu, proses evakuasi korban langsung dilakukan. Pemeriksaan awal di atas kapal menunjukkan bahwa korban telah mengalami henti napas dan henti jantung, menandakan kondisi yang sangat kritis.
Upaya Penyelamatan dan Hasil Akhir yang Menyedihkan
Proses pemindahan korban dari KMP Sembilang ke perahu RBB selesai pada pukul 19.55 WIB. Korban segera dibawa menuju daratan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Kecepatan menjadi prioritas utama mengingat kondisi korban yang memburuk.
Tim evakuasi tiba di Pelabuhan Pelantar I Tanjungpinang pada pukul 20.15 WIB. Setibanya di pelabuhan, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr Midiyato menggunakan ambulans yang telah disiagakan. Segala daya upaya dikerahkan untuk menyelamatkan nyawa Ismed.
Namun, setibanya di rumah sakit pada pukul 20.30 WIB dan setelah melalui pemeriksaan menyeluruh oleh tim dokter, korban secara medis dinyatakan telah meninggal dunia. Kabar duka ini mengakhiri operasi SAR yang penuh harapan. Setelah penyerahan korban kepada pihak rumah sakit, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, Polairud, KSOP, dan KKP Tanjungpinang resmi menutup pelaksanaan operasi SAR tersebut pada pukul 21.00 WIB.
Sumber: AntaraNews